Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Rahadian Bayu Permadi

This is the third episode of the video series featuring Indonesian Erasmus Mundus alumni telling their success stories. This video is in Indonesian but will be subtitled in English.


Scenes from Episode 2: Bayu

This episode features Rahadian Bayu Permadi, alumnus of European Master on Software Engineering (EMSE). He studied in two universities in Europe (Italy and Sweden). After graduating in 2009, he started his career in Europe as a Software Engineer based in Sophia Antipolis, France.

Other videos, including the previous episodes of the series, are also available by clicking here.

If you like it, please share by clicking the share button below. Thank you!

Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Nayarini Estiningsih

This is the second episode of a series. In the videos, alumni (and perhaps in the future, also awardees) tell their experience during their Erasmus Mundus course. The videos are in Indonesian but subtitled in English.


Scenes from Episode 2: Nayarini

This second episode features Nayarini Estiningsih, alumna of MSc in Environmental Sciences, Policy and Management (MESPOM). She studied in 3 universities in Europe (Hungary, Greece, the UK). After graduated in 2007, she started her career in the UK. She now works for a company in Cambridge, which designs and develops medical devices.

You can also watch the first episode, or other videos as well.

Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Danang Ari Raditya

This is a start of a series of videos showcasing Erasmus Mundus success stories from Indonesia. In the videos, alumni (and perhaps in the future, also awardees) tell their experience during their Erasmus Mundus course. The videos are inspired by Lingkar Ide PPI Australia. The videos are in Indonesian but subtitled in English.


Scenes from Episode 1: Danang

This first episode features Danang Ari Raditya, alumnus of MSc in European Forestry (MScEF). He studied in 6 universities in Europe (Sweden, Germany, Finland, Spain, the Netherlands, Austria). After graduated in 2009, he returned to Indonesia that same year. He now works for IKEA as a forestry co-ordinator of Southeast Asian region.

You can also watch other videos.

Success Stories Erasmus Mundus Indonesia

Membaca EMAnate (majalah Erasmus Mundus Students and Alumni Association) edisi terbaru, ada satu halaman cerita sukses beberapa awardee dan alumni Erasmus Mundus dari Indonesia. Berikut kutipannya.

Morita Sari Subroto

Foto Rita Subroto
Buku Rita Subroto Tu Nunca Camina Solo

Awardee European Master in Sustainable Regional Health Systems.

Dengan nama pena Morsy Moza, Rita menulis buku “Tu Nunca Camina Solo (Kamu Tak Pernah Berjalan Sendiri, Catatan Perjalanan Meraih Mimpi)”. Buku ini menceritakan perjalanan Rita yang kariernya dimulai sebagai dokter gigi. Dia kemudian diterima di program Erasmus Mundus dan di semester pertama berkuliah di Bilbao Spanyol. Keberagaman budaya teman-temannya dan suka duka belajar di negeri orang mewarnai perjalanan meraih mimpinya ini. Buku terbitan Amara Books ini dapat dibeli di jaringan toko buku Togamas. Kamu juga bisa mengunjungi page buku ini di Facebook. Kunjungi juga blog Rita di mozaik-morsy.blogspot.com. Salah satu entri terakhirnya mengabarkan bahwa artikel perjalanannya ke Verona akan dimuat di salah satu majalah terkemuka di Italia, Grazia. Congratulazioni!

 

Dina Mardiana

Foto Dina Mardiana
Buku Dina Mardiana Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau?

Awardee Erasmus Mundus Master Course in European Literary Cultures.

Salah satu karya Dina yang terbaru adalah buku best seller “Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau?”. Di buku tersebut, penulis/penerjemah yang sudah menelurkan beberapa buku laris ini, menceritakan tips-tips dan panduan untuk mendaftar beasiswa ke luar negeri. Mulai dari membuat CV, menulis esai atau surat motivasi, hingga proposal penelitian, semua diulas di buku ini. Di buku ini juga ada informasi lain yang berguna seperti pengurusan visa, menghindari beasiswa palsu dan cara mengatasi culture shock. Buku-buku karangan Dina, yang juga pernah mendapat beasiswa ke Turki, bisa kamu dapatkan di toko buku terdekat atau di toko buku online seperti kutukutubuku. Kunjungi juga blog Dina di parlezfrancais.net. Allez!

 

Irfan Mujahid

Foto Irfan Mujahid
Buku Irfan Mujahid Convergence As a Reduction of Inequality Across Indonesian Provinces

Alumnus M.A. Economics of International Trade and European Integration.

Setelah lulus, Irfan yang sekarang bekerja di Kementrian Luar Negeri ini, didekati penerbit asing untuk menerbitkan thesisnya menjadi buku. Thesisnya berbicara tentang konvergensi sebagai penurunan ketidaksetaraan di provinsi-provinsi Indonesia. Judul lengkapnya dalam bahasa Inggris: Convergence As a Reduction of Inequality Across Indonesian Provinces: An Investigation Of Convergence Process in a Developing Country. Sekarang, bukunya dapat dibeli di toko buku online terkemuka seperti di Amazon.com. Irfan kini juga aktif mempromosikan beasiswa Erasmus Mundus seperti di MTV Insomnia dan acara talkshow alumni EM di Jakarta pertengahan bulan Mei lalu.

 

Yansen Darmaputra

Foto Yansen Darmaputra
Blog emundus.wordpress.com

Alumnus European Master’s Program in Computational Logic.

Salah satu alumni yang getol mempromosikan beasiswa Erasmus Mundus ini meluncurkan blog emundus.wordpress.com agar lebih mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari prospective students. Sejak 2007, blognya menjadi salah satu pusat informasi beasiswa Erasmus Mundus bagi prospective students dari Indonesia.

 

Jika kamu pikir post ini berguna, silakan share via Facebook, Twitter, email atau layanan social network lain, dengan menggunakan tombol di bawah ini. Sharing is caring!

Video Alumni Erasmus Mundus on MTV Insomnia

Tidak sempat menonton alumni Erasmus Mundus di MTV Insomnia akhir bulan April yang lalu? Sekarang kamu bisa menonton rekaman videonya di sini. Karena durasi acaranya agak lama (sekitar 35 menit bersih tanpa iklan), maka rekamannya dibagi menjadi 4 video. Kalau berat loadingnya, kamu bisa baca juga liputan acaranya. Selamat menonton!

Thanks Netta for the videos! Update: video part 1-4 sudah diperbarui karena yang lama out-of-sync antara audio dan videonya.

Part 1/4

Part 2/4

Part 3/4

Part 4/4

Peneliti ICW Alumna Erasmus Mundus

Foto Anggita Tampubolon

Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan keterangan pada konferensi pers tentang dugaan kebocoran anggaran di sektor kehutanan di kantor ICW 30 April 2010 yang lalu. Salah seorang peneliti ICW, Anggita Tampubolon, menjelaskan data yang mengindikasikan adanya korupsi dalam pengelolaan hutan di provinsi Riau. Anggita adalah salah satu alumna program Erasmus Mundus, Models and Methods of Quantitative Economics (QEM).

Dalam konferensi pers tersebut, Anggita menunjukkan dengan data yang dihimpun dari berbagai sumber, bahwa potensi kerugian negara sebesar Rp. 1,855 triliun dalam periode 2002-2006. Berita lebih lengkap dapat dilihat di situs detikNews, detikFoto, dan ANTARA Foto. File presentasi konferensi pers tersebut juga dapat di-download dari situs resmi ICW.

Photo credit: [1]

Erasmus Mundus on MTV Insomnia

Sabtu 24 April 2010 dini hari yang lalu, beberapa alumni beasiswa Erasmus Mundus (EM) tampil dalam program MTV Insomnia di GlobalTV. Tema episode tersebut adalah Europe Night (European Songs Edition). Dengan tujuan utama mempromosikan beasiswa EM, mereka menceritakan bagaimana cara mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus dan suka duka sebagai EM scholarship awardee.

Update: video tayangan ini sudah diupload ke Youtube dan bisa kamu tonton di indoem.info.

Erasmus Mundus on MTV Insomnia

Iqbal (alumni FUSION-EP 2006) memulai dengan menjelaskan secara singkat bahwa dengan beasiswa Erasmus Mundus, mereka berkuliah di beberapa universitas di Eropa. Program yang mereka jalani diselenggarakan oleh beberapa universitas yang tergabung dalam konsorsium-konsorsium. Sekarang sudah ada lebih dari 100 program master berbagai bidang (mulai dari teknik, sains, hukum, ekonomi, dll) dan lebih dari 10 program doktor (juga berbagai bidang) yang dicakup oleh skema beasiswa yang diberikan oleh Komisi Eropa (badan eksekutif Uni Eropa) ini. Iqbal menambahkan bahwa informasi beasiswa ini didapat dari Internet dan proses pendaftarannya utamanya juga dilakukan melalui Internet.

Tentu ada suka duka dalam menjalani hidup sebagai EM awardee. Irfan (alumni MEITEI 2007) menggambarkannya dengan slogan “full time traveller, part time student”. Yang unik dari program EM adalah mahasiswanya berkuliah di lebih dari satu universitas di Eropa. Jadi ada aspek mobilitas yaitu berpindah dari universitas A di negara X ke universitas B di negara Y. Ada yang berkuliah di 2 negara, ada juga yang belajar hingga di 7 negara. Proses perpindahannya ada yang per term/semester/tahun, tetapi ada juga yang unik seperti Netta (alumni SEFOTECH.nut 2007) yang sempat dalam hitungan minggu sudah harus berpindah ke kampus lain di negara lain. Meski agak repot, tetapi tetap asyik, begitu katanya. “Banyak teman” juga jadi salah satu keuntungan berpindah-pindah kampus. Ada teman sekelas yang berpindah bersama, tetapi banyak juga teman baru yang didapat di negara yang baru dikunjungi.

Seorang penonton menelepon dan menanyakan apakah mereka mengalami “cultural shock” atau kesulitan dalam beradaptasi. Iqbal menjawab bahwa memang dalam beberapa hal, misal pergaulan, ada perbedaan. Dia mencontohkan dalam pergaulan, orang Spanyol lebih hangat daripada orang Prancis. Netta berpendapat bahwa sebenarnya orang asing itu sebenarnya ingin tahu akan kebudayaan kita, jadi kalau banyak ditanya, santai saja. Irfan menimpali bahwa kita harus tetap percaya diri, karena orang Indonesia sebenarnya tidak kalah kemampuannya dibandingkan dengan orang Eropa.

Acara yang sempat tertunda karena “dikalahkan” kuis bola ini diakhiri dengan informasi promosi Erasmus Mundus berikutnya, yaitu: Europe Day di Atrium Plasa Senayan, Jakarta pada 15-16 Mei 2010 (Sabtu-Minggu). Salah satu sesi (pukul 4-5 sore) dalam acara tersebut adalah sharing/talkshow dengan alumni program Erasmus Mundus. Jangan lewatkan!

Menjelang jam lima pagi, para EM alumni segera bersiap untuk mengikuti kegiatan di Pulau Pramuka dalam rangka Erasmus Mundus Society Care/EMANE (Erasmus Mundus Alumni Networking Event).

Untuk lebih lanjut mengetahui informasi beasiswa Erasmus Mundus, jelajahi situs ini, http://indoem.info (mulai dari bagian FAQ) dan juga situs http://emundus.wordpress.com. Informasi lain bisa didapat dengan melakukan pencarian dengan keyword Erasmus Mundus.

EM alumni yang hadir di MTV Insomnia: Iqbal, Netta, Ayu PW, Irfan, Efrian, Della, Chitra, Manda, Angie, off-camera: Erit, dan Bu Destriani (dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia).