Welcome
Selamat datang di situs indoem.info v2.0! Situs ini diperbarui untuk mempermudah proses berbagi informasi beasiswa Erasmus Mundus terutama bagi masyarakat Indonesia. Informasi singkat tentang situs ini dapat dibaca di bagian About. Jangan lupa baca bagian FAQ dan jika ada saran/komentar tentang situs ini, gunakan form di halaman Contact Us.
Erasmus Mundus 2011 is Open!
Now with 124 master courses and 22 joint doctorates!
Subscribe
Dengan subscribe (via email maupun RSS), kamu bisa tahu ketika ada konten baru/update, lewat email kamu atau RSS reader favorit, tanpa harus selalu mengunjungi situs ini.
Subscribe via Email
Subscribe via RSS
Register/Login
Hanya registered users yang dapat memulai thread baru di Forum. Prospective students dan juga Erasmus Mundus awardees/alumni dapat menggunakan forum untuk bertanya dan juga berbagi informasi. Awardees/alumni jika ingin dapat juga membuat news dan artikel sendiri. Unregistered users dapat memberi komentar di setiap bagian situs ini dan memilih untuk dikirimi notifikasi ketika ada komentar baru. Kamu bisa register/login dengan social media account berikut:
Tidak ingin pakai social media account? Kamu juga bisa register/login seperti biasa.
Recent News & Articles
Tips Bertanya tentang Beasiswa

Baru-baru ini ada diskusi yang sangat menarik di milis awardee dan alumni Erasmus Mundus dari Indonesia (indoem). Kita sekarang berada di bulan-bulan pendaftaran beasiswa Erasmus Mundus. Dalam memburu beasiswa ini, masih banyak pula prospective students yang punya (banyak) pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut lah yang menjadi bahan diskusi. Saya mencoba menyimpulkan beberapa poin dari diskusi tersebut (ditambah dengan opini pribadi) dan menyajikannya dalam bentuk daftar tips (dos & don'ts) bertanya tentang beasiswa (tidak hanya tentang Erasmus Mundus). Tujuannya tentu agar pertanyaan dari peminat beasiswa bisa terjawab. Click to read more »
Tips Meningkatkan Peluang Mendapat Beasiswa

Tahun lalu menjadi reserve list? Sedang berpikir apakah sebaiknya mendaftar lagi tapi bingung apa yang harus dilakukan supaya tahun ini bisa masuk main list? Berikut adalah saduran* dari presentasi Nova yang dapat membantumu. Presentasi ini diberikan dalam acara Coaching Consultation untuk reserve list bersamaan dengan Predeparture Briefing beberapa waktu lalu.
Catatan: Jika belum pernah masuk reserve list (daftar cadangan penerima beasiswa) atau baru pertama akan mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, kamu juga bisa mengambil beberapa poin penting yang akan membantu pendaftaranmu. Nova adalah alumna CoDe (Joint European Master in Comparative Local Development), program yang mensyaratkan pendaftarnya membuat research proposal. Presentasi Nova memang menekankan perbaikan research proposal, tapi saran-sarannya bisa berguna untuk pendaftar yang lain misalnya dalam menulis motivation letter/statement of purpose. Nova pernah masuk reserve list di tahun 2007 kemudian mendapat beasiswa Erasmus Mundus (masuk main list) di tahun 2008.
1. Mengapa saya berada di reserve list?
Nova mengajak untuk berpikir positif dengan memaparkan beberapa alasan yang mungkin:
- Hanya ada kuota dua orang dari Indonesia sedang kamu di posisi ketiga terbaik.
- Pengalamanmu masih kurang dibanding orang yang terpilih.
- Kamu berasal dari kota besar (untuk beberapa program ini bisa berpengaruh).
- Pihak konsorsium universitas tidak merasa yakin memiliki sumber daya kompeten untuk membimbing penelitian yang kamu usulkan di research proposal.
- Research proposalmu/motivation lettermu yang terbaik kedua/ketiga dibanding orang Indonesia yang terpilih.
Statistik Jumlah Penerima Beasiswa Erasmus Mundus dari Indonesia
Sejak tahun 2004, sudah 264 orang dari Indonesia yang mendapat beasiswa Erasmus Mundus. Datanya, yang bersumber dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bisa dilihat pada grafik di atas (klik gambar untuk melihat versi lebih besar).
Data jumlah awardee dibagi menjadi students dan scholars. Scholars adalah peneliti (biasanya dosen) yang diberi grant untuk melakukan penelitian dan juga mengajar di beberapa universitas di Eropa. Biasanya periode grant-nya hanya beberapa bulan. Data scholars tahun 2010 belum ada karena periode pendaftaran yang panjang. Students adalah mahasiswa yang diberi beasiswa untuk belajar di sedikitnya 2 universitas di 2 negara di Eropa. Untuk tahun 2010, 2 di antara 44 orang (hingga kini) students akan menempuh program joint doctorate (S3). Sebelumnya, yang diberi beasiswa hanya students untuk master course (S2). Data 2010 masih bisa berubah karena yang di daftar cadangan (reserve list) masih bisa mendapat beasiswa (masuk ke main list) karena misalnya ada yang mengundurkan diri. Sebagai contoh, di bulan Desember 2007 ada anggota reserve list dari Indonesia yang akhirnya masuk main list untuk kemudian berangkat ke Eropa untuk menyusul perkuliahan yang sudah dimulai.
Apa yang bisa dilihat dari statistik ini? Click to read more »
TOEFL vs IELTS

Note: this post is about English test, so I appropriately wrote in English.
One important requirement in most scholarship applications is a valid and recent English test score. TOEFL and IELTS are two competing English test brands. Most scholarship provider will gladly accept any one result of the two. I will tell you how these two English tests compared to each other, boxing match style. Without further ado, on the red corner, we have TOEFL, a name that comes to mind when people in Indonesia speaks about English tests. Now on the blue corner, we have IELTS, an alternative English test that is also quite known especially for Indonesians who want to continue their study in Australia.
Round 0: Get the Official International Version
Before we begin, I must stress that for your scholarship applications always get the official international version of the English test. Do *not* get the institutional, mock-up, trial, prediction or anything else other than the internationally accepted English tests. If you don't use the international versions, your chance of being awarded the scholarship will be next to zero. Get the international version of the tests from official test centres listed below. Click to read more »
5 Tips Sukses Beasiswa Erasmus Mundus
Pendaftaran Erasmus Mundus 2011 sudah mulai dibuka. Berikut tips modal penting untuk sukses mendaftar beasiswa Erasmus Mundus. Tips di bawah juga bisa dipakai dalam mendaftar beasiswa apa saja.

1. Teguhkan Niat
Orang bilang mulailah dari niat. Untuk memperkuat niat, bayangkan hasil akhir yang bisa kamu capai. Mau ke Eropa? Bayangkan misalnya melihat Bradenburg Gate di Berlin (foto di atas) dengan mata kepala sendiri atau naik Menara Eiffel di Paris. Bayangkan kamu bertemu banyak orang baru dan sekelas dengan teman-teman dari berbagai penjuru dunia. Belajar sesuatu yang baru di tempat yang baru. Dengan membayangkan apa yang kamu akan raih ketika mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus, niat kamu untuk mendaftar bisa lebih kuat. Niat yang teguh adalah modal utama dalam perjuangan berburu beasiswa. Kamu bisa menonton video pengalaman alumni Erasmus Mundus dari Indonesia yang bisa memberi inspirasi.
2. Teliti
Banyak pertanyaan di milis atau forum beasiswa yang menunjukkan ketidaktelitian penanya. Misalnya pertanyaan TOEFL internasional dibutuhkan/tidak, berapa nilai TOEFL minimal, apakah butuh surat rekomendasi dari atasan ketika sudah bekerja dll. Informasi yang dicantumkan dalam prosedur pendaftaran di website resmi suatu program Erasmus Mundus seharusnya sudah cukup. Persyaratannya tinggal diikuti, tidak boleh kurang (dilarang tawar-menawar :D ), kalau lebih boleh asal relevan. Teliti dalam membaca dan melengkapi persyaratan pendaftaran akan menempatkan peluang kamu di atas sebagian pendaftar lain.
3. Inisiatif
Dari yang saya tahu, orang-orang yang berhasil mendapatkan beasiswa memulai dengan inisiatif sendiri. Sekali lagi, banyak yang "asal bertanya" di website atau forum/milis beasiswa. Permintaan seperti "saya tertarik mendapatkan info beasiswa A, mohon bantuannya", atau malah sejenis "doakan saya untuk diterima beasiswa X" menunjukkan inisiatif yang kurang. Yang lebih baik adalah sang penanya/peminta informasi mencantumkan apa-apa yang sudah dia lakukan baru cerita bahwa dia mengalami hambatan atau tidak jelas terhadap sesuatu dan sekarang bertanya atau minta tolong. Banyak orang akan membantu dengan senang hati jika kamu menunjukkan hasil usahamu sendiri. Ujung-ujungnya, inisiatif akan membuat kamu lebih unggul daripada sejumlah besar orang yang "hanya" bisa meminta bantuan. Click to read more »
Indonesian Erasmus Mundus Predeparture Briefing 2010

Beberapa waktu lalu, diadakan Erasmus Mundus Predeparture Briefing untuk awardees dari Indonesia di Jakarta. Sebanyak 44 orang dari Indonesia akan berangkat ke Eropa untuk memulai pendidikan di sedikitnya 2 negara di Eropa. Sejak diluncurkan tahun 2004 sudah lebih dari 260 orang Indonesia mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus untuk mengenyam pendidikan di Eropa. Baru di tahun 2010 ini, di antara yang akan berangkat ada 2 orang yang diterima di program S3 (Erasmus Mundus Joint Doctorate). Click to read more »
Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Nayarini Estiningsih
This is the second episode of a series. In the videos, alumni (and perhaps in the future, also awardees) tell their experience during their Erasmus Mundus course. The videos are in Indonesian but subtitled in English.
This second episode features Nayarini Estiningsih, alumna of MSc in Environmental Sciences, Policy and Management (MESPOM). She studied in 3 universities in Europe (Hungary, Greece, the UK). After graduated in 2007, she started her career in the UK. She now works for a company in Cambridge, which designs and develops medical devices. Click to read more »
Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Danang Ari Raditya
This is a start of a series of videos showcasing Erasmus Mundus success stories from Indonesia. In the videos, alumni (and perhaps in the future, also awardees) tell their experience during their Erasmus Mundus course. The videos are inspired by Lingkar Ide PPI Australia. The videos are in Indonesian but subtitled in English.
This first episode features Danang Ari Raditya, alumnus of MSc in European Forestry (MScEF). He studied in 6 universities in Europe (Sweden, Germany, Finland, Spain, the Netherlands, Austria). After graduated in 2009, he returned to Indonesia that same year. He now works for IKEA as a forestry co-ordinator of Southeast Asian region. Click to read more »
Pameran Fotografi Italia
Sedikit menyimpang dari urusan beasiswa, akan diadakan pameran fotografi situs-situs bersejarah di Italia. Ingin melihat karya 14 fotografer dalam menangkap keindahan Italia dan sejarahnya? Silakan datang ke pameran fotografi yang diselenggarakan Institut Kebudayaan Italia Jakarta dan Galeri Foto Jurnalistik Antara yang bertajuk:
Situs Warisan Dunia di Italia dalam Karya 14 Fotografer
Tanggal: 23-31 Juli 2010
Tempat: Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jl. Antara no 59, Pasar Baru, Jakarta Pusat
Inaugurasi (pembukaan): 23 Juli 2010, pukul 19.30
Siapa tahu dengan lihat foto-fotonya, makin semangat untuk cari beasiswa supaya bisa mengunjungi tempatnya langsung dan melihat dengan mata kepala sendiri :)
Benefits of Using Podcast to Improve Your English
Note: since I'm going to write on improving your English, this post is appropriately written in English.
Preparing for any scholarship application can't be started too early. If you're planning to apply for Erasmus Mundus scholarship, you should know that the application period is usually open from around November until January. Now (July) would be a great time to start improving your English. As you know, a high-score English test result will greatly help your application.
In this Internet Age, there are more ways to improve English than just studying with books and taking courses. Learning with podcast is an example of these new methods. Put simply, podcasts are just audio files (usually in the popular format of MP3) that can be downloaded to be played later. While the idea of listening a recording is not new (think of audio cassettes and CDs), podcasts make publishing, searching and obtaining learning resources much easier. Here are some benefits of using podcast to learn English:
1. Listen to Native Speakers
Language can be learnt by copying. Getting yourself used to listening to native speakers will make it easier to understand the language. Exposing yourself to the way they talk and to their pronunciation will also help your pronunciation, making your English sounds more natural and understandable by native speakers. Click to read more »
Recent Comments
- nayarini comments on Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Nayarini Estiningsih (8 hours 40 min ago)
- Robin comments on MSPME Introduction (2 days 16 hours ago)
- Robin comments on MSPME Introduction (2 days 16 hours ago)
- Carroline comments on MSPME Introduction (3 days 6 hours ago)
- sandclow comments on Tips Bertanya tentang Beasiswa (3 days 7 hours ago)






