Lomba Menulis Resensi Buku Erasmus Mundus: The Stories Behind

LOMBA MENULIS RESENSI BUKU “BEASISWA ERASMUS MUNDUS: THE STORIES BEHIND”

Dapatkan 3 (tiga) buah kaos cantik beserta suvenir pin dari Uni Eropa untuk 3 (tiga) orang peresensi terbaik!

Caranya?

  1. Beli buku “Beasiswa Erasmus Mundus: The Stories Behind” melalui link NulisBuku.com berikut: http://www.nulisbuku.com/books/view/beasiswa-erasmus-mundus-the-stories-behind
  2. Buatlah resensi mengenai isi buku tersebut, sebanyak maksimal 500 kata, spasi 1,5, font Times New Roman 12.
  3. Unggahlah resensi tulisanmu ke blog kamu. Jangan lupa sertakan juga gambar kover depan buku Erasmus Mundus di resensi kamu.
  4. Kirimkan link atau tautan dari laman blog yang berisi resensi kamu itu ke e-mail kami di: tanyatanyaem {di} gmail.com dengan Subject: [Lomba Resensi]. Sertakan juga data kamu yang lengkap (nama, alamat yang jelas untuk pengiriman hadiah apabila kamu menang, nomor telepon yang bisa dihubungi, e-mail). Jangan lupa tautannya yang bisa diakses ya.
  5. Resensi ditunggu sampai dengan tanggal 15 Juli 2012.

Mudah, bukan? Tidak ada batasan usia. Siapa saja boleh mengikuti lomba ini dengan gaya tulisan bebas, asalkan tetap berupa resensi.

Pemenang akan dihubungi langsung melalui e-mail oleh kami, dan akan diumumkan juga di website ini, http://indoem.info dan www.emundus.wordpress.com pada tanggal 31 Juli 2012.

Kami tunggu ya!

Mitos-Mitos Seputar Erasmus Mundus

Half-Shoe

Kali ini, saya akan menuliskan beberapa mitos berkaitan dengan Erasmus Mundus. Umumnya, akibat mitos-mitos yang beredar ini, ada orang yang sudah berniat mendaftar kemudian membatalkan niatannya, padahal selama tidak tertulis dengan resmi di website program yang bersangkutan (atau program guide yang diberikan oleh EACEA), maka hal itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Berikut beberapa mitos seputar Erasmus Mundus, saya mengurut dari yang kemunculan “berita”-nya (menurut saya pribadi) paling tinggi ke yang paling rendah.

Mitos Pertama: Hanya mereka yang ber-IP tinggi (di Indonesia: tidak kurang dari 3.5) yang bisa diterima
Ini jelas mitos, karena kenyataan sudah membuktikan bahwa mitos ini salah. Pertanyaan lanjutan yang biasa diberikan, “Kalau begitu, apa IP sama sekali tidak berpengaruh?” Pendapat saya pribadi, IP (atau dalam bahasa internasionalnya, GPA) masih berpengaruh, karena beasiswa berkaitan erat dengan bidang akademis. Akan tetapi, ada banyak hal lain yang bisa diperlihatkan selain IP, seperti motivasi, publikasi, dan sebagainya.

Mitos Kedua: Hanya mereka yang berasal dari universitas top (contoh di Indonesia, ITB, UGM, UI) yang bisa diterima
Sekali lagi, ini tidak benar. Permasalahannya adalah para calon pendaftar tidak tahu data, atau kalaupun tahu data, hanya tahu bahwa yang diterima adalah teman-temannya yang kuliah di universitas-universitas tersebut saja. Kenyataannya, cukup banyak mahasiswa dari universitas lain yang mendapat beasiswa Erasmus Mundus ini. Tidak bisa dibantahkan bahwa persentase tiga universitas tersebut selalu cukup tinggi dari total mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa ini (bisa dibilang, selalu lebih dari 50%), akan tetapi sekali lagi, kita tidak tahu data lengkapnya. Berapa persentase mahasiswa Indonesia yang mendaftar beasiswa EM yang berasal dari tiga universitas tersebut? Saya cukup yakin bahwa angkanya pun akan cukup tinggi (tanpa data dan bukti juga)

Mitos Ketiga: Adanya batas usia maksimal untuk mendaftar
Untuk yang ini, orang melihat dari fakta. Akan tetapi, persis seperti mitos kedua, berapa banyak orang yang berusia, katakanlah, di atas 30 tahun yang mendaftar beasiswa EM (S2) dibanding mereka yang berada di bawah usia tersebut. Sepertinya kurang dari 5%. Pada kenyataannya, saya memiliki beberapa kenalan yang sudah berusia lebih dari 30 tahun yang mendapat beasiswa ini.

Mitos Keempat: Harus menguasai bahasa lokal
90% program EM menggunakan 100% bahasa Inggris dalam pengajarannya. Nah, yang 10% ini ada kemungkinan kebijakan menggunakan bahasa lokal (umumnya di Prancis atau Spanyol). Program itu sendiri (yang 10% ini) mempunyai cara yang berbeda-beda untuk kebijakan tersebut, ada yang “setiap mahasiswa harus menguasai bahasa XYZ, selain bahasa Inggris”, atau “setiap mahasiswa yang ingin mobilisasinya ke negara ABC harus bisa bahasa ABC”. Tetap, yang terutama adalah bahasa Inggris, akan tetapi penguasaan bahasa lokal akan menjadi nilai tambah (setidaknya untuk diri kita sendiri).

Mitos Kelima: Adanya ikatan kerja setelah lulus
Beasiswa yang diberikan oleh uni eropa lewat EACEA ini sepenuhnya adalah hibah. Jadi sama sekali tidak ada ikatan kerja setelahnya, atau ikatan apapun.

Mitos Keenam: Ada jatah tertentu untuk pegawai negeri
Ini mitos paling konyol, bahkan saya sendiri cukup yakin bahwa pemerintah Indonesia (very very underestimated, sorry) baru mengetahui adanya beasiswa ini ketika diundang oleh delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam untuk acara persiapan mahasiswa yang akan berangkat dengan beasiswa Erasmus Mundus ini.

Sekian daftar mitos ini, silahkan jika ada yang mau menanggapi atau menambahkan. Sekali lagi, jangan percaya kata orang, sebelum tertulis demikian (tertulisnya di situs resmi).

photo by: trazomfreak

Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Rahadian Bayu Permadi

This is the third episode of the video series featuring Indonesian Erasmus Mundus alumni telling their success stories. This video is in Indonesian but will be subtitled in English.


Scenes from Episode 2: Bayu

This episode features Rahadian Bayu Permadi, alumnus of European Master on Software Engineering (EMSE). He studied in two universities in Europe (Italy and Sweden). After graduating in 2009, he started his career in Europe as a Software Engineer based in Sophia Antipolis, France.

Other videos, including the previous episodes of the series, are also available by clicking here.

If you like it, please share by clicking the share button below. Thank you!

Why Erasmus Mundus?

Salah satu pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh calon aplikan adalah “Mengapa harus Erasmus Mundus? Mengapa harus di luar negeri? Mengapa harus di Eropa? Bukankah banyak beasiswa master lainnya yang bahkan kualitas universitasnya jauh lebih baik?”

Jawaban pertama, tidak ada keharusan. Erasmus Mundus hanyalah satu dari sekian program beasiswa yang ada.

Tapi jika pertanyaannya lebih kepada preferensi, maka beberapa (pilihan) jawaban yang saya berikan adalah sebagai berikut:

Mengapa di luar negeri?

Cukup mudah. Pengalaman hidup, kebudayaan, melatih kemampuan bahasa (terutama Inggris dan bahasa lokal), kesempatan jalan-jalan ke banyak negara yang lebih terbuka, dan masih banyak lagi.

Mengapa Eropa dan bukan benua lainnya?

Salah satu alasan mudahnya, kemudahan akses dari satu negara ke negara lainnya (schengen area). Selain itu, dan ini menurut pengalaman pribadi, kuliah di Eropa “terkesan” lebih santai dibanding di benua Amerika atau Asia, sehingga kesempatan untuk mengenal lingkungan sekitar lebih besar :)

Mengapa Erasmus Mundus?

  1. Budaya yang lebih bervariasi. Berkuliah di (setidaknya) 2 negara Eropa memastikan kita mengenal 2 kebudayaan negara yang berbeda. Sebagai contoh, cukup besar kemungkinan kita akan belajar dua bahasa asing (selain bahasa Inggris), atau bagaimana kita mengenali bahwa karakter dari orang Eropa selatan yang lebih ramah tapi kurang dalam bahasa Inggris, atau bagaimana bangganya penduduk beberapa negara Eropa daratan terhadap bahasa sendiri, sehingga meski mereka bisa berbahasa asing, tapi mereka enggan menggunakannya. Perbandingan ini tidak akan kita dapatkan jika hanya berkuliah di satu negara.
  2. Program internasional. Selain budaya negara lokal, sedikit banyak kita akan belajar budaya dari rekan-rekan Erasmus Mundus lainnya, meski hal ini bisa juga didapatkan dengan mengikuti program internasional di satu universitas saja.
  3. Koneksi yang lebih luas. Dengan konsorsium yang terdiri dari 3 negara atau lebih, kita akan lebih punya banyak koneksi dengan orang-orang akademis, setidaknya profesor-profesor di negara-negara tersebut. Tentu ini harus diimbangi usaha kita untuk aktif berkomunikasi dengan profesor-profesor tersebut. Tidak ada salahnya kan? :)
  4. Jaringan Erasmus Mundus Indonesia yang cukup kuat. Setidaknya ada milis EM Indonesia, siapa tahu jika suatu saat (saat akademis ataupun bukan) kita perlu berkunjung ke negara Eropa lainnya (atau dalam kasus lebih luas, ada alumni EM di Indonesia wilayah lain atau bahkan di negara non-Eropa), kita bisa dapat guide gratis, atau mungkin tempat menginap gratis. Tentunya juga, kalo mau “fasilitas” ini, harus siap-siap jadi guide dan menyediakan tempat menginap gratis juga ^_^
  5. Beasiswa yang cukup besar. Mungkin bukan yang terbesar di dunia, tapi dengan skema 16000 euro bersih, harusnya tinggal dimanapun di Eropa, kebutuhan hidup tercukupi.
  6. Jaringan mahasiswa Erasmus Mundus dunia yang cukup kuat. Bayangkan sekitar 120 program kuliah, jika masing-masing menerima 15 mahasiswa, maka setiap tahun ada 1800 mahasiswa Erasmus Mundus.

Bukankah banyak kampus Erasmus Mundus yang tidak top?

Untuk yang ini, harus diakui ada benarnya. Tapi top tidaknya kampus yang tertera di situs-situs umumnya bersifat general. Universitas-universitas konsorsium Erasmus Mundus umumnya memiliki strength tertentu di bidangnya, sehingga meski secara umum tidak top, cukup besar kemungkinan bahwa kampus tersebut cukup “kuat” di bidang Erasmus Mundus yang ia geluti.

Sebagai tambahan, hal tersebut memang salah satu alasan Erasmus Mundus diadakan. Untuk “mendorong” dikenalnya universitas-universitas “kurang ngetop” di mata dunia.

UNPAR International Education Fair 2010

Unpar International Education Fair 2010.
22-23 November 2010 pukul 09.00 – 16.00
GSG Universitas Parahyangan Jl Ciumbuleuit 94 Bandung

Alumni Erasmus Mundus akan hadir di booth Erasmus Mundus, dan Nova akan menjadi pembicara di salah satu sesi seminar.
Silakan lihat poster di bawah untuk keterangan acara lebih lengkap.

GIM (Global Innovation Management)

Halo semua,

Saya berminat untuk mendaftar ke program GIM. Sudah browsing ke official websitenya. Juga sudah download dan baca handbooknya.
Apakah ada alumni GIM yang bisa saya hubungi untuk meminta informasi dan tips khusus seputar program ini?

Terima kasih atas infonya.

Salam,

NOHA (Network on Humanitarian Action)

The NOHA European Master’s in International Humanitarian Action was selected by the European Commission among the first 19 Erasmus Mundus Masters Courses, involving 82 European universities, which started at the beginning of the 2004-2005 academic year. Erasmus Mundus Masters Courses are selected for five years. This implies that the NOHA consortium has committed itself to maintaining the Course and to hosting third-country students and scholars for five academic years running.

The Erasmus Mundus programme is a co-operation and mobility programme in the field of higher education which promotes the European Union as a centre of excellence in learning around the world. It supports European top-quality Masters Courses and enhances the visibility and attractiveness of European higher education in third countries. Erasmus Mundus Masters Courses constitute the central component around which Erasmus Mundus is built. They are high-quality integrated courses at masters level offered by a consortium of at least three universities in at least three different European countries. The courses must be “integrated” to be selected under Erasmus Mundus, which means that they must foresee a study period in at least two of the three universities and that it must lead to the award of a recognised double, multiple or joint diploma.

Erasmus Mundus Scholarships

The Erasmus Mundus Programme provides EU-funded scholarships for third country nationals and European students participating in the Master Courses. From 2004/2005, the NOHA universities welcome the first recipients of Erasmus Mundus scholarships including students and academics, all with excellent academic records who come to study the Joint European Masters Course in International Humanitarian Action.

NOHA Mundus Partnership

Erasmus Mundus Masters Courses also have the possibility of establishing partnerships with third-country higher education institutions in order to encourage European universities to open themselves up to the world and to reinforce their world-wide presence.

NOHA has established an Erasmus Mundus Partnership with 7 third-country higher education institutions. The NOHA Mundus Partnership provides a framework for mobility for European Union graduate students and scholars and for third country students and scholars. The duration of the Partnership is three years. The institutions involved are the seven European NOHA Network members (Université Catholique de Louvain, Belgium, Université d’Aix-Marseille III, France, Ruhr-Universität Bochum, Germany, University College of Dublin, Ireland, Universidad de Deusto, Spain, University of Uppsala, Sweden, and University of Gröningen, The Netherlands) and the following third-country institutions:

* Monash University, Australia
* Universidad Javeriana, Colombia
* Bangalore University, India
* Universitas Gadjah Mada, Indonesia
* Saint-Joseph University, Beyrouth, Lebanon
* University of Western Cape, South Africa
* Columbia University, United States

The objectives of the NOHA Mundus Partnership which follow from the general objectives of the NOHA Erasmus Mundus Master’s Course are:

1. To establish and develop a framework for cooperation and students and scholars mobility between the NOHA Mundus institutions and a selected number of third-country universities and programmes.
2. To respond to the challenges raised by the new environment in which international humanitarian action works and to further the development of humanitarian assistance education through an agreed programme of joint research and training.
3. To advance in cooperation at worl level by a common understanding of the importance of international humanitarian action and its developments through courses jointly designed and elaborated.
4. To enhance the quality of European higher education by fostering co-operation with third countries in order to improve the development of human resources and to promote dialogue and exchange for a better understanding between peoples and cultures.

Activities involved: The following of specific modules and tutorials from selected programmes related to humanitarian action in every institution. It also involves team research jointly supervised by local academics and NOHA scholars.

The partner institutions will provide an input during the last component of the NOHA Mundus programme (D. Research and Work Placement Component) during the months from July through to September.

Untuk info lebih lanjut monggo www.nohanet.org

Persyaratan : kemampuan bahasa eropa selain inggris

Saya membaca persyaratan dalam salah satu program EMMC Master Course adalah certificate of knowledge of at least one of the European languages (Italian, France or Spanish). Apakah sertifikat yang dimaksud adalah sertifikat kursus bahasa asing atau hasil tes kemampuan bahasa asing oleh lembaga resmi (seperti TOEFL atau IELTS)?
Terima kasih untuk jawabannya

Tips Mengunjungi EHEF Jakarta 2010

European Higher Education Fair (EHEF) Jakarta 2010 akan diadakan akhir pekan ini (9-10 Oktober 2010). Fair ini sayangnya ‘hanya’ dilaksanakan selama 2 hari dan berdasarkan quick count pada EHEF 2008, jumlah pengunjungnya mencapai 15.000 orang!

Dalam waktu yang singkat dan kesempatan untuk berkonsultasi mungkin tidak seleluasa mengobrol dengan keluarga di meja makan, ada baiknya kita melakukan persiapan sebelum menghadiri Fair ini agar bermanfaat dan dapat ditindaklanjuti sebaik-baiknya.

Karena lebih baik merencanakan dengan baik daripada datang, capek, dan pulang sia-sia.

Sebelum EHEF

  • Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan mengunjungi situs resmi EHEF Jakarta untuk mempelajari tentang Fair ini sendiri.
  • Selain itu, untuk persiapan bagi calon pelajar, pengunjung diminta melakukan registrasi secara online (registrasi ini juga akan sangat membantu panitia pelaksana EHEF).
  • Carilah informasi tingkat pendidikan yang ditawarkan oleh program, misalnya Erasmus Mundus menawarkan tingkat S2 dan S3. Oleh karena itu, kalau mencari informasi untuk tingkat S1, ada baiknya mencari di program lain (dan dengan begini, orang yang benar-benar berniat untuk mengikuti program ini bisa dapat kesempatan untuk konsultasi). Informasi semacam ini bisa diperoleh dengan mengikuti link yang disediakan di situs EHEF Jakarta.
  • Setelah melakukan ‘riset kecil’ dengan mencari informasi di website dll., jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan, catatlah di buku catatan (dan jangan lupa dibawa saat EHEF).


Foto EHEF 2008

Pada Saat EHEF

  • Pelajari denah lantai (floorplan) dan tentukan rute ternyaman untuk mengunjungi exhibitor yang sesuai minat.
    Sayangnya denah lantai tidak ditampilkan di situs EHEF 2010. Jadi, sebagai contoh saja, bisa melihat denah lantai EHEF 2008 (catatan:kemungkinan tidak sama dengan EHEF 2010).
  • Catat acara khusus dan jadwal serta nomor ruangannya. Jika ada jadwal presentasi dari program yang sesuai minat, sempatkan untuk menghadirinya. Kadang-kadang, ruangan presentasi tidak cukup menampung semua pengunjung yang berminat, oleh karena itu tidak ada salahnya bersiap di ruangan tersebut sebelum acara dimulai.
  • Tanyakan pertanyaan yang telah dicatat di buku catatan sebelumnya dalam acara presentasi atau saat berkonsultasi.
  • Saat konsultasi, ada baiknya membawa buku catatan kecil untuk mencatat informasi yang diperoleh saat berbicara dengan staf/alumni yang berjaga di booth. Buku catatan juga akan sangat berguna bagi yang ingin bertukar alamat email dengan calon pelajar yang punya minat dan negara tujuan sama.
  • Setelah konsultasi, usahakan memperoleh kontak (email atau telepon) untuk pertanyaan lebih lanjut. Atau mungkin meminta rekomendasi alamat website.
  • Setiap exhibitor umumnya menyediakan brosur, buklet, CD, dll. berisi berbagai informasi. Jangan segan untuk meminta dari booth stand yang sesuai minat.
  • Ketahui hubungan antara program dan negara tujuan. Misalnya program DAAD menawarkan program untuk belajar di Jerman. Bagi yang ingin belajar di Jerman, jangan sampai terlewat untuk mengunjungi booth stand DAAD. Lain halnya dengan program Erasmus Mundus, program ini mencakup banyak negara dan berbeda-beda sesuai dengan bidang studi. Ini bisa ditanyakan di booth Erasmus Mundus.
  • Jika tidak sempat berbicara/berkonsultasi, jangan langsung menyesal. Sempatkan untuk memperoleh brosur/buklet dan informasi kontak yang dapat dihubungi untuk pertanyaan lebih lanjut.

Setelah EHEF

  • Setelah EHEF, pelajari kembali media informasi yang telah diperoleh (brosur, buklet, dll.) dan aktiflah mempelajari lebih dalam dengan mengunjungi website, mengunjungi kantor exhibitor, menelepon kontak, atau bertukar tanya-jawab di forum online.
  • Jika ada kesempatan untuk memberikan umpan balik (feedback), sempatkan untuk melakukannya. Bisa juga dengan menulis di forum online.
  • Jika brosur/buklet/media informasi lainnya sudah tidak digunakan (karena ternyata tidak sesuai minat, dsb.), berikan kepada orang yang mungkin berminat. Selain menyelamatkan lingkungan dari sampah, juga bisa menolong orang lain.
  • Umumnya, motivasi naik saat mengunjungi pameran pendidikan. Upayakan untuk mempertahankan level motivasi ini dalam melamar program studi dan atau beasiswa. Kepribadian yang positif dan antusiasme yang tinggi biasanya terbaca dari surat lamaran nantinya, dan tidak ada salahnya untuk selalu hidup positif dan penuh antusias!

Foto diambil dari halaman Facebook EHEF Jakarta.

Tips Sukses Beasiswa Erasmus Mundus: Pilih Sendiri Programmu

Pick Me speech bubble

Langkah pertama agar sukses mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus di program pilihanmu adalah memilih sendiri program-program yang akan kamu daftar.

Orang lain tidak akan bisa menentukan yang cocok untuk kamu. Kamu sendiri yang dapat memilih bidang mana yang sesuai dengan latar belakang dan minatmu sendiri. Paling banter, orang lain hanya bisa menunjukkan ke daftar program yang ada.

Jadi, harap dimaklumi kalau pertanyaan-pertanyaan sejenis berikut (yang masih sangat sering ditanyakan):

  • “Halo, saya mahasiswa semester akhir jurusan X ingin mendaftar beasiswa Erasmus Mundus bidang X, ada ga?”
  • “Salam, saya lulusan universitas Y fakultas Z, ingin mencari beasiswa untuk bidang Y. Mohon bantuannya.”

dijawab “hanya” dengan:

  • “Silakan cari sendiri di webnya, yang aktif dong”

Untuk memilih sendiri program-program yang akan kamu daftar, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Kunjungi halaman web daftar program (lihat gambar di bawah). Daftar program Master ada di http://j.mp/mundusmaster. Daftar program Phd ada di http://j.mp/mundusphd. Catatan: saya menggunakan layanan j.mp (fungsinya sama dengan bit.ly) agar alamat webnya mudah diingat.
  • Pilih dari daftar nama program yang kira-kira menarik dan cocok untukmu.
  • Download deskripsi program (PDF) dan kunjungi website resminya (lihat gambar di bawah).
  • Baca baik-baik dan catat informasi yang ada (bookmark websitenya, simpan jadi PDF misalnya, cetak jika perlu, tulis deadline di kertas/agenda/notes, dll).
  • Pertimbangkan minat dan latar belakang pendidikan/profesional dalam memilih.
  • Bingung? silakan bertanya. Daftar di situs ini dan gunakan forum.
  • Saring/pilih hingga maksimal 3 program.
  • Daftar sesuai petunjuk masing-masing program.
Halaman daftar program Erasmus Mundus

Sederhana? Tampaknya begitu, tapi masih banyak yang melewatkan langkah2 di atas, terutama membaca secara detil. Kebanyakan langsung lompat ke langkah bertanya. Padahal, ketelitian dalam membaca petunjuk beasiswa dan inisiatif untuk mandiri dalam mencari informasi adalah langkah penting untuk mencapai kesuksesan mendapatkan beasiswa.

Bingung? Bertanyalah, kami, awardee dan alumni beasiswa Erasmus Mundus terbuka untuk pertanyaan. Tapi, tolong perhatikan yang ditanyakan. Ini selalu saya tekankan karena biasanya, banyak pertanyaan yang sebenarnya bisa terjawab dengan membaca detil informasi resmi yang ada. Gunakan forum untuk dapat bertukar informasi dengan awardee dan alumni atau bahkan antar sesama pencari beasiswa. Saya juga bisa dihubungi melalui halaman Contact.

Tips dan hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Meski daftar program Erasmus Mundus dapat disaring sesuai kategori yang ada, lebih baik mencari dengan tidak disaring. Ada beberapa program yang terkategorisasikan secara kurang tepat. Contoh: SpaceMaster masuk kategori Health and Welfare padahal seharusnya lebih tepat di Engineering.
  • Dari nama program mungkin kurang jelas isi dan bentuk programnya. Download deskripsi pdf-nya, baca detil websitenya, jika masih ragu baru bertanya.
  • Jika websitenya masih tampak kosong, coba cari websitenya dengan Google menggunakan nama program misal “IMEC International Master in Early Childhood Education and Care”. Beberapa website program menggunakan alamat website baru yang kosong, padahal informasinya masih terdapat di website yang lama.
  • Gunakan cadangan/jatah pendaftaran maksimal dalam setahun, pendaftar bisa mendaftar maksimal 3 program Erasmus Mundus. Cari program yang mirip-mirip.
  • New (dalam gambar di atas ditandai dengan Baru (2011)) menyatakan program yang baru dibuka untuk tahun ini. Bisa jadi websitenya belum diperbarui/masih dalam masa pembuatan. Kunjungi websitenya secara berkala untuk mendapatkan informasi pendaftaran yang valid.
  • Hingga tulisan ini ditulis, masih ada program yang belum membuka pendaftaran. Sabar, kunjungi secara berkala untuk mendapatkan informasi pendaftaran yang terbaru. Kita bisa belajar dari informasi pendaftaran yang lalu. Persiapkan yang pasti2 saja dulu: CV, motivation letter, surat rekomendasi, English test, dan proposal penelitian (jika diminta). Yang lain-lain pastikan ketika informasi terbaru sudah keluar.

Beasiswa Erasmus Mundus hanya ditawarkan untuk program-program tertentu, tidak bisa ditawar-tawar. Pendaftar sendiri lah yang bisa menentukan apakah program-program yang ada cocok dengan latar belakang atau minatnya masing-masing. Jika memang tidak ada yang cocok, jangan putus asa, masih banyak beasiswa lain.

Terinspirasi dari “nice quotes” di situs sebelah :D