Tips Meningkatkan Peluang Mendapat Beasiswa

Tahun lalu menjadi reserve list? Sedang berpikir apakah sebaiknya mendaftar lagi tapi bingung apa yang harus dilakukan supaya tahun ini bisa masuk main list? Berikut adalah saduran* dari presentasi Nova yang dapat membantumu. Presentasi ini diberikan dalam acara Coaching Consultation untuk reserve list bersamaan dengan Predeparture Briefing beberapa waktu lalu.

Catatan: Jika belum pernah masuk reserve list (daftar cadangan penerima beasiswa) atau baru pertama akan mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, kamu juga bisa mengambil beberapa poin penting yang akan membantu pendaftaranmu. Nova adalah alumna CoDe (Joint European Master in Comparative Local Development), program yang mensyaratkan pendaftarnya membuat research proposal. Presentasi Nova memang menekankan perbaikan research proposal, tapi saran-sarannya bisa berguna untuk pendaftar yang lain misalnya dalam menulis motivation letter/statement of purpose. Nova pernah masuk reserve list di tahun 2007 kemudian mendapat beasiswa Erasmus Mundus (masuk main list) di tahun 2008.

1. Mengapa saya berada di reserve list?

Nova mengajak untuk berpikir positif dengan memaparkan beberapa alasan yang mungkin:

  • Hanya ada kuota dua orang dari Indonesia sedang kamu di posisi ketiga terbaik.
  • Pengalamanmu masih kurang dibanding orang yang terpilih.
  • Kamu berasal dari kota besar (untuk beberapa program ini bisa berpengaruh).
  • Pihak konsorsium universitas tidak merasa yakin memiliki sumber daya kompeten untuk membimbing penelitian yang kamu usulkan di research proposal.
  • Research proposalmu/motivation lettermu yang terbaik kedua/ketiga dibanding orang Indonesia yang terpilih.

2. Apa yang bisa saya tingkatkan untuk pendaftaran tahun ini?

Perbaiki research proposal/motivation lettermu. Ada banyak alasan organisasi/pemerintah memberi beasiswa. Cari tahu kriteria penerima beasiswa yang mereka cari. Bisa jadi mereka mencari orang yang berpengalaman di bidang X dan berkomitmen untuk pulang ke negara asal dan menerapkan ilmunya untuk mengembangkan daerahnya. Tulis proposal yang inovatif dan menjawab kepentingan pemberi beasiswa, sehingga menunjukkan bahwa kamu adalah pilihan yang tepat.

Menurut Nova, beberapa hal yang perlu diingat:

  • Perhatikan panduan penulisan motivation letter/research proposal di website resmi program.
  • Pihak universitas pastinya ingin memilih penelitian yang dapat memberi nilai tambah pada penelitia-penelitian mereka. Sesuaikan pendaftaranmu dengan informasi yang tersedia tentang universitas dan program yang kamu pilih.
  • Sekali lagi, jangan hanya melihat keinginan/kemampuan diri tapi juga perhatikan apa yang dicari oleh pihak pemberi beasiswa dan kompetensi universitas.

3. Tips dan kesimpulan

Nova mengakhiri presentasinya dengan memberikan beberapa tips berikut:

  • Jangan takut untuk lebih meruncingkan topik proposal.
  • Definisikan tujuan penelitian dengan jelas. Jika mungkin, tujuan tetap dengan proposal sebelumnya (agar konsisten) tapi tingkatkan misalnya di bidang metodologi.
  • Perhatikan detil. Pemilihan kata bisa jadi berpengaruh besar.
  • Proposal penelitian memang harus menjawab kepentingan pemberi beasiswa, tapi jangan lupa idealisme sendiri.
  • Minta bantuan orang lain (yang kompeten) untuk membaca dan memberikan pendapat tentang proposal/motivation letter sebelum dikirim.
  • Cari informasi beasiswa lain: dari universitas, informasi dari mailing list beasiswa, beasiswa dari pemerintah dan organisasi internasional.

Intinya, masuk reserve list tahun lalu? Daftar lagi dan raih mimpimu! Semoga sukses!

* Disadur dengan ijin. Terima kasih, Nova!

Baca juga: 5 Tips Sukses Beasiswa Erasmus Mundus

Photo credit: [1]

Comments

  1. Fahra says:

    Cool tips !! :)) yak, akan saya lakukan!..thanks a Ton mbak Nova …cheers

  2. winda says:

    kenapa klo kita tinggal di kota besar bakal berpengaruh, sehingga bisa berada di reserve list mba ???
    saya tidak mengerti,,

    jadi apakah peluang pelamar yang tinggal di daerah, lebih besar ???

    • raizamn says:

      Halo Winda, Nova adalah alumna CoDe (Joint European Master in Comparative Local Development). Fokus program itu tentu saja di local development. Bisa saja pemilihan penerima beasiswa lebih ditekankan kepada yang berasal dari daerah (silakan cek langsung di web CoDe.

      Tidak semua program Erasmus Mundus seperti itu loh. Intinya, baca deskripsi program di website resmi, penyelenggara program semestinya mencantumkan (secara eksplisit atau implisit) kriteria pendaftar yang ideal/cocok untuk program tsb. Sebagai pencari beasiswa, kita harus bisa meyakinkan pemberi beasiswa bahwa kita memang sesuai dengan kriteria yang ada.

    • Nova says:

      Dear Winda, maaf ya baru baca comment mu…

      Pengalaman saya selama 3 tahun manage beasiswa mengatakan bahwa biasanya tim seleksi/panel menilai orang orang dari kota besar sudah punya lebih banyak fasilitas untuk belajar, dukungan pemerintah yang lebih baik untuk pendidikan dibanding di daerah daerah terpencil. Jadi kalau ada orang dari daerah yang mampu dan bisa menjamin bahwa ia akan kembali ke daerahnya setelah lulus beasiswa untuk membangun kembali ke daerahnya, saya pasti lebih memilih dia dibandingkan orang dari Jakarta… Tapi jangan pernah menyerah… semua akan baik pada waktunya.. 🙂

  3. thitinismic says:

    Hi, semua..

    Saya mau bertanya, apakah semua program EMMC harus membuat research proposal? Saya baca ada beberapa program yang tidak menyinggung research proposal sama sekali. Apakah memang tidak ada atau saya harus benar2 teliti membaca persyaratannya?