Tips Mengunjungi EHEF Jakarta 2010

European Higher Education Fair (EHEF) Jakarta 2010 akan diadakan akhir pekan ini (9-10 Oktober 2010). Fair ini sayangnya ‘hanya’ dilaksanakan selama 2 hari dan berdasarkan quick count pada EHEF 2008, jumlah pengunjungnya mencapai 15.000 orang!

Dalam waktu yang singkat dan kesempatan untuk berkonsultasi mungkin tidak seleluasa mengobrol dengan keluarga di meja makan, ada baiknya kita melakukan persiapan sebelum menghadiri Fair ini agar bermanfaat dan dapat ditindaklanjuti sebaik-baiknya.

Karena lebih baik merencanakan dengan baik daripada datang, capek, dan pulang sia-sia.

Sebelum EHEF

  • Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan mengunjungi situs resmi EHEF Jakarta untuk mempelajari tentang Fair ini sendiri.
  • Selain itu, untuk persiapan bagi calon pelajar, pengunjung diminta melakukan registrasi secara online (registrasi ini juga akan sangat membantu panitia pelaksana EHEF).
  • Carilah informasi tingkat pendidikan yang ditawarkan oleh program, misalnya Erasmus Mundus menawarkan tingkat S2 dan S3. Oleh karena itu, kalau mencari informasi untuk tingkat S1, ada baiknya mencari di program lain (dan dengan begini, orang yang benar-benar berniat untuk mengikuti program ini bisa dapat kesempatan untuk konsultasi). Informasi semacam ini bisa diperoleh dengan mengikuti link yang disediakan di situs EHEF Jakarta.
  • Setelah melakukan ‘riset kecil’ dengan mencari informasi di website dll., jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan, catatlah di buku catatan (dan jangan lupa dibawa saat EHEF).


Foto EHEF 2008

Pada Saat EHEF

  • Pelajari denah lantai (floorplan) dan tentukan rute ternyaman untuk mengunjungi exhibitor yang sesuai minat.
    Sayangnya denah lantai tidak ditampilkan di situs EHEF 2010. Jadi, sebagai contoh saja, bisa melihat denah lantai EHEF 2008 (catatan:kemungkinan tidak sama dengan EHEF 2010).
  • Catat acara khusus dan jadwal serta nomor ruangannya. Jika ada jadwal presentasi dari program yang sesuai minat, sempatkan untuk menghadirinya. Kadang-kadang, ruangan presentasi tidak cukup menampung semua pengunjung yang berminat, oleh karena itu tidak ada salahnya bersiap di ruangan tersebut sebelum acara dimulai.
  • Tanyakan pertanyaan yang telah dicatat di buku catatan sebelumnya dalam acara presentasi atau saat berkonsultasi.
  • Saat konsultasi, ada baiknya membawa buku catatan kecil untuk mencatat informasi yang diperoleh saat berbicara dengan staf/alumni yang berjaga di booth. Buku catatan juga akan sangat berguna bagi yang ingin bertukar alamat email dengan calon pelajar yang punya minat dan negara tujuan sama.
  • Setelah konsultasi, usahakan memperoleh kontak (email atau telepon) untuk pertanyaan lebih lanjut. Atau mungkin meminta rekomendasi alamat website.
  • Setiap exhibitor umumnya menyediakan brosur, buklet, CD, dll. berisi berbagai informasi. Jangan segan untuk meminta dari booth stand yang sesuai minat.
  • Ketahui hubungan antara program dan negara tujuan. Misalnya program DAAD menawarkan program untuk belajar di Jerman. Bagi yang ingin belajar di Jerman, jangan sampai terlewat untuk mengunjungi booth stand DAAD. Lain halnya dengan program Erasmus Mundus, program ini mencakup banyak negara dan berbeda-beda sesuai dengan bidang studi. Ini bisa ditanyakan di booth Erasmus Mundus.
  • Jika tidak sempat berbicara/berkonsultasi, jangan langsung menyesal. Sempatkan untuk memperoleh brosur/buklet dan informasi kontak yang dapat dihubungi untuk pertanyaan lebih lanjut.

Setelah EHEF

  • Setelah EHEF, pelajari kembali media informasi yang telah diperoleh (brosur, buklet, dll.) dan aktiflah mempelajari lebih dalam dengan mengunjungi website, mengunjungi kantor exhibitor, menelepon kontak, atau bertukar tanya-jawab di forum online.
  • Jika ada kesempatan untuk memberikan umpan balik (feedback), sempatkan untuk melakukannya. Bisa juga dengan menulis di forum online.
  • Jika brosur/buklet/media informasi lainnya sudah tidak digunakan (karena ternyata tidak sesuai minat, dsb.), berikan kepada orang yang mungkin berminat. Selain menyelamatkan lingkungan dari sampah, juga bisa menolong orang lain.
  • Umumnya, motivasi naik saat mengunjungi pameran pendidikan. Upayakan untuk mempertahankan level motivasi ini dalam melamar program studi dan atau beasiswa. Kepribadian yang positif dan antusiasme yang tinggi biasanya terbaca dari surat lamaran nantinya, dan tidak ada salahnya untuk selalu hidup positif dan penuh antusias!

Foto diambil dari halaman Facebook EHEF Jakarta.

Comments

  1. Anonymous says:

    mau nanya, di EHEF itu komunikasinya in English atau bahasa Indonesia? terus kalau merekanya yg presentasi itu in English ya? trims. .

    • raizamn says:

      Umumnya memakai bahasa Indonesia. Perwakilan institusi-institusi seperti CampusFrance, DAAD, NufficNeso banyak yang dari Indonesia. Alumni Erasmus Mundus dari Indonesia juga akan banyak yang hadir. Tapi, bukan tidak mungkin kalau akan ada beberapa orang dari Eropa yang datang. Kalau mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, ya kita harus mencoba berkomunikasi (minimal) dengan bahasa Inggris. Untuk presentasi, meski sejauh yang saya tahu hampir semuanya berbahasa Indonesia, masih ada kemungkinan ada presentasi berbahasa Inggris.

      Ini pameran untuk pendidikan di Eropa, pengunjung harus sudah siap berbahasa asing dong. Kalau “keder/jiper” duluan ga berangkat ke Eropa nantinya.

  2. Galih says:

    maaf kalo telat jawabnya. Setahu saya komunikasi dan presentasinya dalam Bahasa Indonesia. Tapi seperti kata Raiza, bisa jadi ada yang dalam Bahasa Inggris.

    Exhibitors biasanya sudah siap dengan staf berbahasa Indonesia (dan juga staf berbahasa Inggris atau bahasa lainnya). Kalau mau mencoba menjajal kemampuan bahasa, mungkin bisa coba-coba ngobrol dengan para native speakers. Hitung-hitung, selain dapat info pendidikan/beasiswa, bisa tambah pengalaman bicara bahasa asing dengan orang asing.