TOEFL vs IELTS

TOEFL vs IELTS logo

Note: this post is about English test, so I appropriately wrote in English.

One important requirement in most scholarship applications is a valid and recent English test score. TOEFL and IELTS are two competing English test brands. Most scholarship provider will gladly accept any one result of the two. I will tell you how these two English tests compared to each other, boxing match style. Without further ado, on the red corner, we have TOEFL, a name that comes to mind when people in Indonesia speaks about English tests. Now on the blue corner, we have IELTS, an alternative English test that is also quite known especially for Indonesians who want to continue their study in Australia.

Round 0: Get the Official International Version

Before we begin, I must stress that for your scholarship applications always get the official international version of the English test. Do *not* get the institutional, mock-up, trial, prediction or anything else other than the internationally accepted English tests. If you don’t use the international versions, your chance of being awarded the scholarship will be next to zero. Get the international version of the tests from official test centres listed below.

Round 1: Test Format

Keyboard vs pen and paper

In Indonesia, there is no Paper-based TOEFL or Computer-based TOEFL anymore. ETS only offers Internet-based TOEFL (iBT) on its official test centres. What does this mean? If you want to take TOEFL you’ll have to be accustomed to doing the test using a computer over the internet. The speaking section is done with you answering questions into a microphone. The recorded answers will be marked by up to 6 individual raters. You will also have to complete the writing section by typing your answers with a keyboard. IELTS still adopts the old-fashioned paper-and-pencil format. The test takers will have to use a pencil (or two, or a pen for that matter) to write the answers on an answering sheet. The speaking section is conducted by answering an actual interviewer face-to-face, while still being recorded.

Round 2: Fees

Straight to the point, in 2010, iBT TOEFL costs USD150 and IELTS costs USD180 USD195 (as of September 2010).

Round 3: Test Centres

You should choose the English test with test centres most convenient to you.
TOEFL is offered in various centres in Bandung, Batam, Denpasar, Jakarta, Malang, Medan, Pekanbaru, Salatiga, Samarinda, Semarang, Surabaya, Yogyakarta.
IELTS is offered in Bali, Balikpapan, Bandung, Batam, Surabaya, Jakarta, Makassar, Malang, Manado, Semarang, Solo, Medan, Yogyakarta.

Round 4: Scoring System

iBT TOEFL has a band score from 0 to 120, with total scores around 89 considered minimum for a scholarship application. IELTS has a slightly simpler scoring system ranging from 0 to 9, with average score of 6.5 as a minimum for a scholarship application.

The Winner

Champions CupIf I were the judge of this match, I would declare IELTS as the winner of this match. Even though it is more expensive, the old fashioned paper-and-pencil format is more suitable for me. I also prefer doing the speaking section face-to-face with an actual living person. I also think that IELTS’ simpler scoring system may benefit test takers since the average score is rounded to the nearest 0.5 increment. TOEFL proponents will say that its speaking section is more objective (being graded by 3-6 independent raters) and it is more commonly accepted worldwide (which is technically not true since IELTS is also widely accepted). But I can’t decide for you. You should choose the most suitable test for yourself. I would say one thing though, be committed and put your efforts to be successful in any English test you take.

You can also read more information on TOEFL and IELTS (in Bahasa Indonesia). Any questions? Write your comments below.

IELTS: English Tests (part 2)

Ini adalah bagian kedua dari tulisan English Test, melanjutkan bagian pertama tentang TOEFL.

IELTS by the British Institute, IDP IELTS Australia, University of Cambridge ESOL

IELTS logo

Versi tes ini yang diminta untuk beasiswa luar negeri adalah IELTS versi Academic bukan versi General. Untuk mengetes kemampuan peserta untuk reading, listening, dan writing, tes ini masih menggunakan kertas (paper-based). Sedangkan untuk mengetes kemampuan speaking, peserta tes melakukan tanya jawab dengan native speaker (direkam). Tes ini sering diasosiasikan dengan British English, meski accent yang digunakan dalam tes ini bervariasi. Peserta tes bebas menggunakan British atau American English (asal konsisten) dalam menjawab soal tes.

Struktur tes:

Section Description Testing Time Questions Score Scale
Listening Candidates listen to a number of recorded texts, which increase in difficulty as the test progresses. These include a mixture of monologues and conversations and feature a variety of English accents.
The recording is heard only once, but candidates are given time to read the questions and write down their answers.
30 minutes 4 sections; 40 questions 0-9
Reading There are three reading passages with tasks. Texts are taken from books, magazines, journals and newspapers, all
written for a non-specialist audience. At least one of the texts contains a detailed argument.
60 minutes 3 sections; 40 questions 0-9
Writing The first task requires candidates to write a description of at least 150 words. This is based on material found in a chart, table, graph or diagram and should demonstrate their ability to present information and to summarise the main features of the input.
For the second task, candidates write a short essay of at least 250 words in response to a statement or question. They are expected to demonstrate an ability to present a position, construct an argument and discuss abstract issues.
60 minutes 2 tasks; 150 and 250 words 0-9
Speaking The test takes the form of a face-to-face interview. Candidates are assessed on their use of spoken English to answer short questions, to speak at length on a familiar topic, and also to interact with the examiner. 11-14 minutes interview 0-9
Total score 0-9

IELTS test centres di Indonesia: Bali, Balikpapan, Bandung, Batam, Surabaya, Jakarta, Makassar, Malang, Manado, Semarang, Solo, Medan, Yogyakarta.

Pengiriman hasil tes hingga ke 5 institusi bisa dilakukan pada saat pendaftaran. Berdasarkan pengalaman pribadi, fotokopi skor IELTS yang dilegalisir (dengan biaya kecil) pihak penyelenggara tes juga diterima.

Batas minimal nilai IELTS yang harus dimiliki bervariasi bergantung program Erasmus Mundus. Baca dengan detil persyaratan pendaftaran di website program. Nilai yang bisa jadi patokan: 6.5 (dengan nilai writing tidak kurang dari 6).

Biaya: USD 180 (per Mei 2010) Update: USD 195 (per September 2010).

Cara pendaftaran: hubungi IELTS test centre terdekat.

Baca juga: http://www.ielts.org, FAQ (frequently asked questions), test sample, information for candidates (PDF).

Erasmus Mundus Scholarship: Money Matters

Foto uang US dollar

Artikel ini dapat digunakan sebagai panduan umum untuk menjawab Berapa banyak biaya yang harus saya siapkan untuk beasiswa Erasmus Mundus?. “Umum” berarti tidak berlaku untuk semua kasus. Biaya-biaya yang dicantumkan merupakan hasil pengalaman pribadi pada tahun 2007, silakan periksa biaya-biaya terbaru di sumber-sumber resmi.

Biaya Pengiriman Dokumen

Foto amplop dan prangko

Beberapa program Erasmus Mundus masih meminta pendaftaran lewat pos. Beberapa dokumen resmi seperti surat rekomendasi, kopi ijazah dan transkrip, dll harus dikirim langsung ke konsorsium penyelenggara program. Setelah diterima, ada yang diminta untuk menandatangani form tanda penerimaan beasiswa dan/atau form pendaftaran (akomodasi) untuk kemudian dikirimkan melalui pos.

Biaya pengiriman dokumen ke Eropa bervariasi bergantung penyedia jasa:

  • DHL dan sejenisnya: sekitar IDR 350,000 per dokumen (< 0.5 kg), hubungi DHL untuk informasi biaya.
  • EMS dari PT Pos Indonesia: sekitar USD 20.
  • Pos biasa: sekitar IDR 50,000 (bayangkan 50 prangko seribuan ditempel di amplop)

Dengan DHL dan EMS, kita bisa melacak surat kita. Pos biasa tidak disarankan.

Biaya Tes Bahasa Inggris

Foto buku TOEFL

Ikuti tes bahasa Inggris versi internasional, yang memang agak mahal. Di Indonesia, tes IELTS memerlukan biaya USD 180 (klik more information) dan tes TOEFL memerlukan biaya USD 150 (cari lokasi tes TOEFL terdekat (PDF)).

Saran saya adalah latih kemampuan bahasa Inggrismu khususnya untuk tes yang akan kamu ambil (cari mock-up atau samples) baru ikuti tesnya.

Biaya Paspor dan Visa

Foto paspor dan visa

Sebaiknya sudah memiliki paspor jika mendaftar beasiswa luar negeri. Biaya mendaftarkan paspor RI sekitar IDR 200,000. Prosedur pembuatan dan lokasi pendaftaran dapat dilihat di situs Ditjen Imigrasi (bagian Layanan Publik dan Unit Kerja).

Untuk pergi keluar negeri, visa harus dimiliki. Mendapatkan beasiswa mungkin tidak menjamin biaya visa digratiskan (visa fee waived). Contohnya student visa UK adalah sekitar GBP 99. Jika pemohon visa bukan penerima beasiswa Chevening/Fullbright, dia harus membayar biaya visa. Beberapa kedutaan/konsulat akan membebaskan biaya visa untuk pelajar pemegang beasiswa.

Biaya Keberangkatan

Foto pesawat terbang

Biaya tiket pesawat sekali jalan ke Eropa adalah sekitar USD 550. Segera setelah mendapat kepastian tanggal dimulainya perkuliahan, cari dan pesan tiket yang murah. Saya punya pengalaman yang bagus dengan Emirates.

Prosedur bebas biaya fiskal (IDR 1,000,000) akan diberitahukan kepada EM awardee sebelum keberangkatan. Tentu jika sudah punya NPWP atau masih dalam tanggungan orang tua yang memiliki NPWP, status bebas fiskal langsung didapatkan.

Biaya Hidup di Awal

Sebelum benar-benar mendapatkan beasiswa, kamu harus hidup dengan biaya sendiri (mulai dari beberapa minggu hingga mungkin dua bulan!) Saran saya adalah membawa sebanyak yang kamu bisa.

Seingat saya berikut biaya yang saya keluarkan (2007):

  1. DHL untuk pendaftaran dan EMS untuk konfirmasi: IDR 550,000
  2. IELTS dulu sekitar AUD 150
  3. Pendaftaran paspor di Bandung: IDR 220,000
  4. UK student visa: GBP 99
  5. Tiket pesawat ke London: USD 550
  6. Untuk darurat dan biaya hidup bulan pertama di UK: sekitar GBP 300, hidup irit!

Foto koper-koper

Masih ada beberapa biaya lain, misalnya (tapi tidak terbatas pada):

  1. Biaya transportasi (di Eropa) dari bandara ke akomodasi.
  2. Biaya akomodasi (deposit, biaya agen).
  3. Transportasi untuk mengurus semua persyaratan (visa, paspor, dll).
  4. Barang yang dibawa ke Eropa (koper yang kuat, persiapan musim dingin layak dibawa, tapi ingat hanya bawa yang esensial).

Raiza – Alumni NeBCC 2007
Photos credits: [1][2][3][4][5][6][7]