IELTS: English Tests (part 2)

Ini adalah bagian kedua dari tulisan English Test, melanjutkan bagian pertama tentang TOEFL.

IELTS by the British Institute, IDP IELTS Australia, University of Cambridge ESOL

IELTS logo

Versi tes ini yang diminta untuk beasiswa luar negeri adalah IELTS versi Academic bukan versi General. Untuk mengetes kemampuan peserta untuk reading, listening, dan writing, tes ini masih menggunakan kertas (paper-based). Sedangkan untuk mengetes kemampuan speaking, peserta tes melakukan tanya jawab dengan native speaker (direkam). Tes ini sering diasosiasikan dengan British English, meski accent yang digunakan dalam tes ini bervariasi. Peserta tes bebas menggunakan British atau American English (asal konsisten) dalam menjawab soal tes.

Struktur tes:

Section Description Testing Time Questions Score Scale
Listening Candidates listen to a number of recorded texts, which increase in difficulty as the test progresses. These include a mixture of monologues and conversations and feature a variety of English accents.
The recording is heard only once, but candidates are given time to read the questions and write down their answers.
30 minutes 4 sections; 40 questions 0-9
Reading There are three reading passages with tasks. Texts are taken from books, magazines, journals and newspapers, all
written for a non-specialist audience. At least one of the texts contains a detailed argument.
60 minutes 3 sections; 40 questions 0-9
Writing The first task requires candidates to write a description of at least 150 words. This is based on material found in a chart, table, graph or diagram and should demonstrate their ability to present information and to summarise the main features of the input.
For the second task, candidates write a short essay of at least 250 words in response to a statement or question. They are expected to demonstrate an ability to present a position, construct an argument and discuss abstract issues.
60 minutes 2 tasks; 150 and 250 words 0-9
Speaking The test takes the form of a face-to-face interview. Candidates are assessed on their use of spoken English to answer short questions, to speak at length on a familiar topic, and also to interact with the examiner. 11-14 minutes interview 0-9
Total score 0-9

IELTS test centres di Indonesia: Bali, Balikpapan, Bandung, Batam, Surabaya, Jakarta, Makassar, Malang, Manado, Semarang, Solo, Medan, Yogyakarta.

Pengiriman hasil tes hingga ke 5 institusi bisa dilakukan pada saat pendaftaran. Berdasarkan pengalaman pribadi, fotokopi skor IELTS yang dilegalisir (dengan biaya kecil) pihak penyelenggara tes juga diterima.

Batas minimal nilai IELTS yang harus dimiliki bervariasi bergantung program Erasmus Mundus. Baca dengan detil persyaratan pendaftaran di website program. Nilai yang bisa jadi patokan: 6.5 (dengan nilai writing tidak kurang dari 6).

Biaya: USD 180 (per Mei 2010) Update: USD 195 (per September 2010).

Cara pendaftaran: hubungi IELTS test centre terdekat.

Baca juga: http://www.ielts.org, FAQ (frequently asked questions), test sample, information for candidates (PDF).

Comments

  1. Ricardo says:

    Salam, saya Ricardo ingin menanyakan beberapa hal terkait IELTS.
    Sebelumnya, terima kasih untuk sharing informasinya mengenai IELTS.

    Pertanyaan saya:
    1. Pada bagian listening, apakah peserta menggunakan perangkat headset atau tidak?
    2. Dari segi pengadaan fasilitas dan kenyamanan saat menjalani tes, apakah semua pusat tes seperti IDP dan IALF serta yang lain memiliki standar yang sama?
    Bagaimanakah pengalaman saudara Admin dengan hal tersebut?

    FYI: Biaya tes IELTS per September 2010 naik $ 15 menjadi $ 195.

    Terima Kasih.

    • raizamn says:

      Halo Ricardo,

      1. Berdasarkan pengalaman saya (akhir 2006/awal 2007 di IDP Bandung), bagian listening hanya pakai audio system yang diperdengarkan ke satu ruangan kelas. Jadi peserta tes tidak memakai headset. Meski kelihatannya makin susah, tapi dengan begini jadi seperti mendengarkan percakapan sesungguhnya. Silakan tanya ke tempat tes IELTS terdekat, mungkin ada perubahan.

      2. Semestinya sama/mirip ya. Sekali lagi berdasarkan pengalaman saya, peserta mengerjakan tes di ruangan kelas biasa. Suasananya seperti ujian (kuliah) biasa, dengan kursi yang ada meja kecilnya, tempat duduk diatur agar ada jarak satu dengan lainnya, tidak ada sekat2. Alat tulis bawa sendiri (bawa pensil cadangan yang banyak). Speaking dilakukan di ruangan yang lebih kecil, seperti meja guru, bersama native speaker, dan direkam. Apakah ada sesuatu yang khusus yang dicari/diinginkan/dibutuhkan?

      Terima kasih untuk update biaya tesnya, info di atas (dan di artikel lain) akan diupdate.

  2. Ricardo says:

    Saya hanya ingin mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan ujian IELTS sebelum saya
    memutuskan untuk memilih lokasi pusat tesnya.
    Terkait pertanyaan kedua, saya hanya membayangkan jika di tes centre tertentu misalnya menggunakan teknologi headset sedangkan di tes centre yang lain hanya memutarkan
    rekaman tanpa perangkat tambahan tersebut. Jika memang demikian, saya akan memilih melakukan tes di tempat dengan peralatan headset. 🙂

    Sepertinya memang tes centre menggunakan standar fasilitas yang sama, jadi tidak perlu
    untuk mengkhawatirkan hal tersebut. Iya kan?

    Terima kasih atas share pengalamannya.