Biaya Hidup di Jerman (Dresden)

Ada dua set biaya hidup di Dresden, Jerman, satu dari Ario dan satu lagi dari Ivonne. Saya tulis terpisah sesuai sumbernya. Terima kasih untuk Ario dan Ivonne!

Yang pertama berikut informasi biaya hidup di Dresden, Jerman, untuk periode tahun 2009/2010. Sumber: Ario, awardee EMCL (European Master in Computational Logic) tahun 2009.

Biaya Makan

  • 120 – 200 EUR.
  • Note: malam dan weekend masak sendiri, siang hari kuliah makan di kampus, terkadang makan di luar namun tidak sering.
  • Biaya ini juga mungkin termasuk cemilan.

Biaya Akomodasi

  • Asrama kampus: kurang lebih170 – 270 EUR.
  • Info asrama (studentenwohnheim), tipe dan harganya, bisa diliat di http://www.studentenwerk-dresden.de/english/wohnen/wohnheimkatalog/

Biaya Transportasi

  • Menggunakan semester ticket yang di bayar setiap semesternya bersamaan dengan semester service fee.
  • Kurang lebih harga semester ticketnya sendiri sekitar 100EUR.

Biaya Lain-lain

  • Biaya lain tergantung kebutuhan.
  • Secara umum, total biaya hidup di Dresden per bulan (untuk semua kebutuhan termasuk makan, tempat tinggal, dll) adalah 400 – 600 EUR.

Informasi Tambahan

  • Website transportasi umum: http://dvb.de, http://bahn.de, http://db.de .
  • KBRI: http://kbri-berlin.de/ .
  • Milis Formid (Komunitas orang indonesia): http://groups.yahoo.com/group/formasi-dresden/ .
  • Website asrama, kantin, dll: http://www.studentenwerk-dresden.de/
  • Restoran asia: ada beberapa di daerah hauptbahnhof nord (Asia snack) dan di berbagai tempat lain, ada banyak restoran cina juga.
  • Restoran Indonesia: belum menemukan hingga kini.
  • Restoran halal: cari toko donner/kebap yang halal, biasanya penjualnya orang turki atau orang timur tengah, pilihan lain coba ke restoran afganistan di neustadt dekat alberplatz atau alaunstrasse.
  • Tempat ibadah berbahasa Inggris: Untuk muslim (masjid): Masjid terletak di franklin strasse. Untuk khotbah jumat, sampai saat ini belum menemukan yang selalu berbahasa inggris. Semua berbahasa arab dan jerman. Hanya pada waktu tertentu terkadang ditambah juga bahasa inggris, tapi umumnya setiap khotbah bahasa arab dan jerman.

Berikut informasi biaya hidup di Dresden, Jerman, untuk periode tahun 2008. Sumber: Ivonne, awardee SUTROFOR tahun 2008. Terima kasih Ivonne!

Biaya Makan

  • Biaya makan sekitar 150 – 200 euro per bulan (saya biasa masak sendiri dan sesekali makan di kantin).
  • Biaya makan di kantin juga tergolong murah (sekitar 2.5 – 3 euro per sekali makan)

Biaya Akomodasi

  • Saya tinggal di asrama universitas (studentenwohnheim) dengan membayar 165 euro per bulan (biaya ini bervariasi antara satu asrama satu dgn yg lain tapi biaya maksimum 250 euro untuk single apartment).
  • Untuk mendapatkan asrama, student harus mendaftar jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
  • Biaya sewa ini sudah termasuk biaya listrik, air, dan gas.
  • Untuk internet saya membayar biaya tambahan 15 euro per semester (biaya ini bisa berbeda untuk tiap asrama bahkan ada yang tidak perlu membayar).

Biaya Transportasi

  • Biaya transportasi 160 euro per semester (ini memang sudah termasuk bagian biaya yg harus dibayar ke universitas).
  • Jenis transportasi yang bisa dipakai dengan tiket ini termasuk bus, tram, dan kereta regional untuk batas 50 km dari pusat kota.

Biaya Lain-lain

  • Biaya buku sangat sedikit karena biasanya pinjam di perpustakaan ataupun mengunduh dari internet.
  • Biaya jalan-jalan tergantung tempat yang dikunjungi dan biasanya 150 – 200 euro per jalan-jalan (sudah termasuk oleh-oleh).

Informasi Tambahan

  • Di Dresden, terdapat 2 masjid yang biasa digunakan untuk shalat jumat, belajar mengaji, dan shalat ied.
  • KBRI Berlin bisa dicapai dengan menggunakan kereta regional dengan menggunakan tiket grup 5 orang dengan biaya 27 euro.
  • Toko Asia bisa dengan mudah ditemukan di bawah gedung stasiun kereta api (Hauptbahnhof) dan beberapa tempat lain.
  • Dresden punya sistem transportasi yg keren banget, kita bisa mengecek online semua jadwal dan jenis transportasi yang bisa kita pakai untuk pergi ke suatu tempat (http://www.dvb.de).
  • Komunitas Indonesia di Jerman cukup banyak. nama perkumpulannya Formid.

Comments

  1. benhard says:

    Informasi yang sangat bagus..!

    Saya ingin melanjutkan studi S2 saya di Jerman, saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan..

    -> Jika saya ingin pergi ke Jerman, kira-kira berapa Euro yang mesti saya depositokan selama satu tahun? diperuntukkan untuk apa saja deposito tersebut?

    Terimakasih..

  2. supriyanto says:

    saya ingin bekerja di german, sekarang saya bekerja di arab saudi sebagai Production planning, apa yang harus saya persiapkan. apakah nanti ssaya bisa menemukan pekerjaan tersebut atau disana banyak pekerjaan yang bisa saya lamar. saya lulusan D3 Electrical tetapi kerjaan saya sekarang sebagai planning. tolong bantu saya untuk bisa ke german. thanks.

    • Salam Mas Supri yang baik,

      Sepertinya mas supri salah forum untuk menanyakan hal tersebut, forum ini didedikasikan untuk informasi mengenai beasiswa s2 dan s3 erasmus mundus, bukan untuk mencari pekerjaan.

  3. titi hartmann says:

    mau tanya ya?? saya bukan mahasiswa, saya menikah dengan orang german dan saya menetap di gorlitz adakah perkumpulan warga negara indonesia yang sudah menikah di dresden?? kalau ada, dengan siapa saya bisa menghubungi untuk mendaftar?? thank you atas informasinya

    Titi hartmann

  4. saya berminat untuk daftar EMCL emundus

    di komen saya yg sebelumnya saya menanyakan email mas zakka. jika tidak keberatan saya juga ingin meminta alamat email mas Ario untuk bertanya lebih lanjut mengenai EMCL

    Thanks

  5. Anonymous says:

    Halo, halo, mau tanya: kalau sy akan dapat beasiswa (kira2 1000 euro sebulan), cukupkah allowance-nya utk biaya hidup boyong 2 org anak & suami? Sewa rumah di mana sebaiknya? (Aachen). Pendidikan anak yg SD di mana dan gratis/bayar? Kalau suami kerja boleh nggak ya (visa kerja, ijin kerja)? Kalau autism center ada tdk di Aachen?

    Sorry pertanyaan berjibun…

  6. Anonymous says:

    Halo, halo, mau tanya: kalau sy akan dapat beasiswa (kira2 1000 euro sebulan), cukupkah allowance-nya utk biaya hidup boyong 2 org anak & suami? Sewa rumah di mana sebaiknya? (Aachen). Pendidikan utk anak Indonesia yg SD di mana dan gratis/bayar? Kalau suami kerja boleh nggak ya (visa kerja, ijin kerja)? Kalau autism center ada tdk di Aachen?

    Sorry pertanyaan berjibun…