Tips Meningkatkan Peluang Mendapat Beasiswa

Tahun lalu menjadi reserve list? Sedang berpikir apakah sebaiknya mendaftar lagi tapi bingung apa yang harus dilakukan supaya tahun ini bisa masuk main list? Berikut adalah saduran* dari presentasi Nova yang dapat membantumu. Presentasi ini diberikan dalam acara Coaching Consultation untuk reserve list bersamaan dengan Predeparture Briefing beberapa waktu lalu.

Catatan: Jika belum pernah masuk reserve list (daftar cadangan penerima beasiswa) atau baru pertama akan mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, kamu juga bisa mengambil beberapa poin penting yang akan membantu pendaftaranmu. Nova adalah alumna CoDe (Joint European Master in Comparative Local Development), program yang mensyaratkan pendaftarnya membuat research proposal. Presentasi Nova memang menekankan perbaikan research proposal, tapi saran-sarannya bisa berguna untuk pendaftar yang lain misalnya dalam menulis motivation letter/statement of purpose. Nova pernah masuk reserve list di tahun 2007 kemudian mendapat beasiswa Erasmus Mundus (masuk main list) di tahun 2008.

1. Mengapa saya berada di reserve list?

Nova mengajak untuk berpikir positif dengan memaparkan beberapa alasan yang mungkin:

  • Hanya ada kuota dua orang dari Indonesia sedang kamu di posisi ketiga terbaik.
  • Pengalamanmu masih kurang dibanding orang yang terpilih.
  • Kamu berasal dari kota besar (untuk beberapa program ini bisa berpengaruh).
  • Pihak konsorsium universitas tidak merasa yakin memiliki sumber daya kompeten untuk membimbing penelitian yang kamu usulkan di research proposal.
  • Research proposalmu/motivation lettermu yang terbaik kedua/ketiga dibanding orang Indonesia yang terpilih.

2. Apa yang bisa saya tingkatkan untuk pendaftaran tahun ini?

Perbaiki research proposal/motivation lettermu. Ada banyak alasan organisasi/pemerintah memberi beasiswa. Cari tahu kriteria penerima beasiswa yang mereka cari. Bisa jadi mereka mencari orang yang berpengalaman di bidang X dan berkomitmen untuk pulang ke negara asal dan menerapkan ilmunya untuk mengembangkan daerahnya. Tulis proposal yang inovatif dan menjawab kepentingan pemberi beasiswa, sehingga menunjukkan bahwa kamu adalah pilihan yang tepat.

Menurut Nova, beberapa hal yang perlu diingat:

  • Perhatikan panduan penulisan motivation letter/research proposal di website resmi program.
  • Pihak universitas pastinya ingin memilih penelitian yang dapat memberi nilai tambah pada penelitia-penelitian mereka. Sesuaikan pendaftaranmu dengan informasi yang tersedia tentang universitas dan program yang kamu pilih.
  • Sekali lagi, jangan hanya melihat keinginan/kemampuan diri tapi juga perhatikan apa yang dicari oleh pihak pemberi beasiswa dan kompetensi universitas.

3. Tips dan kesimpulan

Nova mengakhiri presentasinya dengan memberikan beberapa tips berikut:

  • Jangan takut untuk lebih meruncingkan topik proposal.
  • Definisikan tujuan penelitian dengan jelas. Jika mungkin, tujuan tetap dengan proposal sebelumnya (agar konsisten) tapi tingkatkan misalnya di bidang metodologi.
  • Perhatikan detil. Pemilihan kata bisa jadi berpengaruh besar.
  • Proposal penelitian memang harus menjawab kepentingan pemberi beasiswa, tapi jangan lupa idealisme sendiri.
  • Minta bantuan orang lain (yang kompeten) untuk membaca dan memberikan pendapat tentang proposal/motivation letter sebelum dikirim.
  • Cari informasi beasiswa lain: dari universitas, informasi dari mailing list beasiswa, beasiswa dari pemerintah dan organisasi internasional.

Intinya, masuk reserve list tahun lalu? Daftar lagi dan raih mimpimu! Semoga sukses!

* Disadur dengan ijin. Terima kasih, Nova!

Baca juga: 5 Tips Sukses Beasiswa Erasmus Mundus

Photo credit: [1]

Statistik Jumlah Penerima Beasiswa Erasmus Mundus dari Indonesia

Grafik jumlah penerima beasiswa Erasmus Mundus dari Indonesia (2004-2010)

Sejak tahun 2004, sudah 264 orang dari Indonesia yang mendapat beasiswa Erasmus Mundus. Datanya, yang bersumber dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bisa dilihat pada grafik di atas (klik gambar untuk melihat versi lebih besar). Update: baca juga Erasmus Mundus Statistics, Information on the numbers of students and scholars selected for scholarships under Erasmus Mundus Masters Courses, arranged per country.

Data jumlah awardee dibagi menjadi students dan scholars. Scholars adalah peneliti (biasanya dosen) yang diberi grant untuk melakukan penelitian dan juga mengajar di beberapa universitas di Eropa. Biasanya periode grant-nya hanya beberapa bulan. Data scholars tahun 2010 belum ada karena periode pendaftaran yang panjang. Students adalah mahasiswa yang diberi beasiswa untuk belajar di sedikitnya 2 universitas di 2 negara di Eropa. Untuk tahun 2010, 2 di antara 44 orang (hingga kini) students akan menempuh program joint doctorate (S3). Sebelumnya, yang diberi beasiswa hanya students untuk master course (S2). Data 2010 masih bisa berubah karena yang di daftar cadangan (reserve list) masih bisa mendapat beasiswa (masuk ke main list) karena misalnya ada yang mengundurkan diri. Sebagai contoh, di bulan Desember 2007 ada anggota reserve list dari Indonesia yang akhirnya masuk main list untuk kemudian berangkat ke Eropa untuk menyusul perkuliahan yang sudah dimulai.

Apa yang bisa dilihat dari statistik ini?

Jumlah awardee dari Indonesia memang menurun drastis di tahun ini. Untuk tahun ajaran 2010, dimunculkan kategori baru oleh Komisi Eropa tentang student yang dapat menerima beasiswa. Kalau dulu hanya yang dari negara-negara ketiga, kini dari negara manapun bisa mendaftar beasiswa Erasmus Mundus. Erasmus Mundus Scholarship Category A adalah jatah untuk third countries sedang Category B untuk pendaftar dari negara lainnya (termasuk yang sudah tinggal di selain third countries). Ditambah dengan sekarang ada batasan untuk tiap program hanya menerima maksimal 2 orang dari tiap negara. Dulu, pernah ada 3 orang dari Indonesia yang diterima di program dan dalam waktu yang sama. Intinya, penyebab turunnya jumlah awardee dari Indonesia adalah persaingan yang semakin ketat. Apalagi sekarang beasiswa Erasmus Mundus makin dikenal masyarakat “pemburu beasiswa”.

Data grafik di atas disajikan kembali pada tabel berikut.

Academic Year Students Scholars Subtotal
2004-2005 9 0 9
2005-2006 14 1 15
2006-2007 21 2 23
2007-2008 39 4 43
2008-2009 66 2 68
2009-2010 55 7 62
2010-2011 44 0 44
Total 248 16 264

Apa yang bisa dilakukan dengan adanya data ini?

Jadikan dirimu menonjol di tengah banyaknya pendaftar. Tips singkat:

  • Teliti dalam melengkapi syarat-syarat pendaftaran. Lewat sedikit saja, peluangmu akan jatuh, bahkan bisa lenyap.
  • Buat CV dan statement of purpose (motivation letter) yang menjual. Jangan hanya curhat cita-cita dan hobby tapi sesuaikan dengan tujuan program yang kamu daftar. Jawab pertanyaan ini: Mengapa kamu layak dapat beasiswa ini? Mengapa harus kamu, bukan orang lain?
  • Pastikan dapat surat rekomendasi dari orang yang “tepat”. Jangan hanya meminta rektor atau dekan yang hanya tahu nama/nomor indukmu, tapi pertimbangkan juga dosen pembimbing skripsi atau dosen wali yang benar-benar tahu sepak terjangmu ketika masih kuliah.
  • Jangan menawar-nawar persyaratan English test. Segera persiapkan untuk tes versi internasional bukan institusional. Kalau ada ratusan pendaftar dengan hasil tes internasional, kenapa pemberi beasiswa harus memilih yang “hanya” punya hasil tes institusional?
  • Persiapkan dari sekarang, beberapa program sudah membuka pendaftaran untuk 2011.

Baca juga:

TOEFL vs IELTS

TOEFL vs IELTS logo

Note: this post is about English test, so I appropriately wrote in English.

One important requirement in most scholarship applications is a valid and recent English test score. TOEFL and IELTS are two competing English test brands. Most scholarship provider will gladly accept any one result of the two. I will tell you how these two English tests compared to each other, boxing match style. Without further ado, on the red corner, we have TOEFL, a name that comes to mind when people in Indonesia speaks about English tests. Now on the blue corner, we have IELTS, an alternative English test that is also quite known especially for Indonesians who want to continue their study in Australia.

Round 0: Get the Official International Version

Before we begin, I must stress that for your scholarship applications always get the official international version of the English test. Do *not* get the institutional, mock-up, trial, prediction or anything else other than the internationally accepted English tests. If you don’t use the international versions, your chance of being awarded the scholarship will be next to zero. Get the international version of the tests from official test centres listed below.

Round 1: Test Format

Keyboard vs pen and paper

In Indonesia, there is no Paper-based TOEFL or Computer-based TOEFL anymore. ETS only offers Internet-based TOEFL (iBT) on its official test centres. What does this mean? If you want to take TOEFL you’ll have to be accustomed to doing the test using a computer over the internet. The speaking section is done with you answering questions into a microphone. The recorded answers will be marked by up to 6 individual raters. You will also have to complete the writing section by typing your answers with a keyboard. IELTS still adopts the old-fashioned paper-and-pencil format. The test takers will have to use a pencil (or two, or a pen for that matter) to write the answers on an answering sheet. The speaking section is conducted by answering an actual interviewer face-to-face, while still being recorded.

Round 2: Fees

Straight to the point, in 2010, iBT TOEFL costs USD150 and IELTS costs USD180 USD195 (as of September 2010).

Round 3: Test Centres

You should choose the English test with test centres most convenient to you.
TOEFL is offered in various centres in Bandung, Batam, Denpasar, Jakarta, Malang, Medan, Pekanbaru, Salatiga, Samarinda, Semarang, Surabaya, Yogyakarta.
IELTS is offered in Bali, Balikpapan, Bandung, Batam, Surabaya, Jakarta, Makassar, Malang, Manado, Semarang, Solo, Medan, Yogyakarta.

Round 4: Scoring System

iBT TOEFL has a band score from 0 to 120, with total scores around 89 considered minimum for a scholarship application. IELTS has a slightly simpler scoring system ranging from 0 to 9, with average score of 6.5 as a minimum for a scholarship application.

The Winner

Champions CupIf I were the judge of this match, I would declare IELTS as the winner of this match. Even though it is more expensive, the old fashioned paper-and-pencil format is more suitable for me. I also prefer doing the speaking section face-to-face with an actual living person. I also think that IELTS’ simpler scoring system may benefit test takers since the average score is rounded to the nearest 0.5 increment. TOEFL proponents will say that its speaking section is more objective (being graded by 3-6 independent raters) and it is more commonly accepted worldwide (which is technically not true since IELTS is also widely accepted). But I can’t decide for you. You should choose the most suitable test for yourself. I would say one thing though, be committed and put your efforts to be successful in any English test you take.

You can also read more information on TOEFL and IELTS (in Bahasa Indonesia). Any questions? Write your comments below.

5 Tips Sukses Beasiswa Erasmus Mundus

Pendaftaran Erasmus Mundus 2012 sudah mulai dibuka. Berikut tips modal penting untuk sukses mendaftar beasiswa Erasmus Mundus. Tips di bawah juga bisa dipakai dalam mendaftar beasiswa apa saja.

Bradenburg Gate, Berlin

1. Teguhkan Niat

Orang bilang mulailah dari niat. Untuk memperkuat niat, bayangkan hasil akhir yang bisa kamu capai. Mau ke Eropa? Bayangkan misalnya melihat Bradenburg Gate di Berlin (foto di atas) dengan mata kepala sendiri atau naik Menara Eiffel di Paris. Bayangkan kamu bertemu banyak orang baru dan sekelas dengan teman-teman dari berbagai penjuru dunia. Belajar sesuatu yang baru di tempat yang baru. Dengan membayangkan apa yang kamu akan raih ketika mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus, niat kamu untuk mendaftar bisa lebih kuat. Niat yang teguh adalah modal utama dalam perjuangan berburu beasiswa. Kamu bisa menonton video pengalaman alumni Erasmus Mundus dari Indonesia yang bisa memberi inspirasi.

2. Teliti

Banyak pertanyaan di milis atau forum beasiswa yang menunjukkan ketidaktelitian penanya. Misalnya pertanyaan TOEFL internasional dibutuhkan/tidak, berapa nilai TOEFL minimal, apakah butuh surat rekomendasi dari atasan ketika sudah bekerja dll. Informasi yang dicantumkan dalam prosedur pendaftaran di website resmi suatu program Erasmus Mundus seharusnya sudah cukup. Persyaratannya tinggal diikuti, tidak boleh kurang (dilarang tawar-menawar 😀 ), kalau lebih boleh asal relevan. Teliti dalam membaca dan melengkapi persyaratan pendaftaran akan menempatkan peluang kamu di atas sebagian pendaftar lain.

3. Inisiatif

Dari yang saya tahu, orang-orang yang berhasil mendapatkan beasiswa memulai dengan inisiatif sendiri. Sekali lagi, banyak yang “asal bertanya” di website atau forum/milis beasiswa. Permintaan seperti “saya tertarik mendapatkan info beasiswa A, mohon bantuannya”, atau malah sejenis “doakan saya untuk diterima beasiswa X” menunjukkan inisiatif yang kurang. Yang lebih baik adalah sang penanya/peminta informasi mencantumkan apa-apa yang sudah dia lakukan baru cerita bahwa dia mengalami hambatan atau tidak jelas terhadap sesuatu dan sekarang bertanya atau minta tolong. Banyak orang akan membantu dengan senang hati jika kamu menunjukkan hasil usahamu sendiri. Ujung-ujungnya, inisiatif akan membuat kamu lebih unggul daripada sejumlah besar orang yang “hanya” bisa meminta bantuan.

Percaya Diri itu Penting

4. Percaya Diri

Coba lihat dari sudut pandang pemberi beasiswa, mereka mencari orang-orang unggul berkemampuan tinggi. Apakah kamu yakin bahwa dirimu berkemampuan tinggi? Kalau kamu saja tidak yakin, bagaimana kamu bisa meyakinkan pemberi beasiswa bahwa kamu orang yang tepat untuk beasiswa ini? Percaya diri adalah kunci penting dalam mendaftar beasiswa. Kepercayaan diri yang tinggi yang dituangkan dalam CV dan motivation letter yang “menjual” akan menempatkan kamu sebagai “top choice” untuk diberi beasiswa.

5. Komitmen

Mendaftar beasiswa bukan hal yang instan. Dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, komitmen yang kuat harus dimiliki. Sediakan tenaga, pikiran, uang, dan waktu untuk mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan pendaftaran. Merasa capek, jenuh, bosan? Lihat nomor 1, ingat niatmu lagi sambil bayangkan hasil akhir yang akan kamu raih nanti jika berhasil. Tetap semangat!

Bonus: Lingkungan yang Mendukung

Cari orang-orang yang bertujuan sama/mirip. Dengan saling menyemangati dan sedikit kompetisi, kamu akan lebih terpacu dalam mendaftar. Kamu bisa memperkenalkan diri di Forum Introduction (kamu harus register/login untuk memulai thread baru di Forum) untuk kemudian bertukar informasi.

Tips di atas memang sangat umum, tapi mungkin karena itu malah banyak yang “lupa” dan melewatkan hal-hal sederhana tapi penting tersebut. Punya tips lain? Tidak jelas dengan tips di atas? Atau malah tidak setuju? Silakan komentari artikel ini. Klik tombol Share/Save di bawah untuk share artikel ini via akun Facebook/Twitter-mu.

Photo credits: [1], [2]

Indonesian Erasmus Mundus Predeparture Briefing 2010

Erasmus Mundus Awardees Indonesia 2010

Beberapa waktu lalu, diadakan Erasmus Mundus Predeparture Briefing untuk awardees dari Indonesia di Jakarta. Sebanyak 44 orang dari Indonesia akan berangkat ke Eropa untuk memulai pendidikan di sedikitnya 2 negara di Eropa. Sejak diluncurkan tahun 2004 sudah lebih dari 260 orang Indonesia mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus untuk mengenyam pendidikan di Eropa. Baru di tahun 2010 ini, di antara yang akan berangkat ada 2 orang yang diterima di program S3 (Erasmus Mundus Joint Doctorate).

Erasmus Mundus Alumni Indonesia

Bersamaan dengan acara ini, alumni dan awardee tahun sebelumnya juga mengadakan gathering. Alumni/awardees gathering ini diadakan dengan tujuan memberikan konsultasi bagi yang masuk ke dalam reserve list Erasmus Mundus. Dalam acara yang bertajuk Coaching Consultation ini, alumni dan awardees berbagi tips agar para peserta bisa masuk di main list di pendaftaran tahun ini. Di acara ini, video success story alumni Erasmus Mundus dari Indonesia juga diputar untuk lebih menginspirasi peserta dalam perjuangannya mengejar beasiswa. Informasi lebih lanjut tentang coaching consultation bisa dibaca di situs emundus.wordpress.com.

Selamat untuk awardee Erasmus Mundus 2010! Dan untuk reserve list 2010 dan yang akan memulai perburuan Erasmus Mundus 2011, semoga sukses!

Baca juga:

Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Nayarini Estiningsih

This is the second episode of a series. In the videos, alumni (and perhaps in the future, also awardees) tell their experience during their Erasmus Mundus course. The videos are in Indonesian but subtitled in English.


Scenes from Episode 2: Nayarini

This second episode features Nayarini Estiningsih, alumna of MSc in Environmental Sciences, Policy and Management (MESPOM). She studied in 3 universities in Europe (Hungary, Greece, the UK). After graduated in 2007, she started her career in the UK. She now works for a company in Cambridge, which designs and develops medical devices.

You can also watch the first episode, or other videos as well.

Erasmus Mundus Success Stories from Indonesia: Danang Ari Raditya

This is a start of a series of videos showcasing Erasmus Mundus success stories from Indonesia. In the videos, alumni (and perhaps in the future, also awardees) tell their experience during their Erasmus Mundus course. The videos are inspired by Lingkar Ide PPI Australia. The videos are in Indonesian but subtitled in English.


Scenes from Episode 1: Danang

This first episode features Danang Ari Raditya, alumnus of MSc in European Forestry (MScEF). He studied in 6 universities in Europe (Sweden, Germany, Finland, Spain, the Netherlands, Austria). After graduated in 2009, he returned to Indonesia that same year. He now works for IKEA as a forestry co-ordinator of Southeast Asian region.

You can also watch other videos.

Biaya Hidup di Estonia (Talinn)

Berikut informasi biaya hidup di Talinn, Estonia, tahun 2010. Sumber: Roriana Hanani, awardee DILL (International Master in Digital Library Learning) tahun masuk 2008. Terima kasih, Rori!

Rate: 1 Euro = 13-15 EEK (Estonian Krooner)

Biaya Makan

Karena tidak pernah masak sendiri, sering beli masakan matang di supermarket RIMI. Makan di luar (beli makanan matang di supermarket):

  • Nasi (ada berbagai variasi nasi), per kotak kecil (kurang lbh 300-500 gr) = 10 EEK
  • Salad (berbagai variasi) = 9-15 EEK
  • Ayam bakar/panggang – 2 dada ayam (ukuran besar) = 13-15 EEK
  • Air minum 5 liter (tidak disarankan minum langsung dari air keran/dapur) = 10 EEK

Lain-lain:

  • Bahan2 makanan mentah = jauh lbh murah dibandingkan harga2 di atas (kalo mau masak sendiri)
  • Alkohol & rokok = sangat murah, bahkan lebih murah daripada air minum (karena suhu yang sangat dingin di Estonia). Orang Finlandia sering ke Estonia/Tallinn saat weekend untuk memborong alkohol karena terkenal sangat murah (Finland – Estonia hanya 2.5 jam naik kapal)

Biaya Akomodasi

Asrama kampus (Tallinn University – Tallinnaa Ulikool), mungkin asrama2 di universitas lain berbeda:

  • Per kamar, ukuran kecil, untuk 2 orang (share 1 kamar ada 2 tempat tidur), per bulan = 1550 EEK, sudah termasuk air, heater, listrik, internet (wifi)
  • Per kamar, ukuran besar, untuk 2 orang (share 1 kamar ada 2 tempat tidur), per bulan = 2000 EEK, sudah termasuk air, heater, listrik, internet (wifi)
  • Cuci/laundry = 55 EEK per sekali cuci+dryer

Apartemen luar kampus (berdasarkan info dari teman) :

  • Single apartment = 2500 – 10000 EEK (tergantung lokasi)
  • Air, heater, listrik: winter = 2000 – 5000 EEK, summer = 1000 – 3000 EEK
  • Internet = 200 – 500 EEK/month (biasanya dibundling dengan siaran TV/TV kabel)

Biaya Transportasi

Tiket (berlaku untuk bus & tram), one-way, tidak ada subway karena kotanya sangat kecil:

  • Pelajar = 7 EEK
  • Umum = 15 EEK
  • Manula/pensiunan = 10 EEK
  • Langganan buat pelajar = 300 EEK/3 bulan, bisa dipakai kapan saja + kemana saja
  • Langganan buat umum = maaf, lupa

Biaya Lainnya

  • Biaya naik kapal Estonia-Finland (roundtrip) = 300 – 600 EEK (tergantung jam + merek kapal).
  • Tiket bioskop = 40 – 70 EEK (tergantung filmnya)
  • Pakaian = 100 – 5000 EEK di mal2 besar & tergantung mereknya
  • Pakaian di second hand shop = 10 – 100 EEK
  • Jalan2 = 0 EEK karena kotanya kecil, bisa dikelilingi dengan jalan kaki
  • Souvenir: gantungan kunci = 30 – 100 EEK, kalung kaca yg bentuknya unik2 = 40 – 200 EEK
  • Buku = 30 – 300 EEK di toko buku besar, tapi ada diskon buat pelajar sekitar 10% (12% tiap hari selasa)
  • Buku second = di bawah 100 EEK
  • Komunikasi = telepon mahal, banyak yang pakai Skype (katanya, penemu Skype dari Estonia). Simcard pertama = 45 EEK, isi pulsa = 100 EEK. SMS murah dari Estonia – Indonesia = 2 EEK/sms.

Informasi Tambahan

  • Wifi gratis di banyak tempat di kota Tallinn, bahkan di airport, & kecepatan internetnya lumayan kencang
  • Bahasa yang dipakai di sini = bahasa Estonia & Rusia, tp org2 sini mengerti bhs Inggris & sangat membantu.
  • Tidak ada KBRI di sini, jadi harus ke KBRI Helsinki-Finland.
  • Tallinn = ibukota Estonia, kota kecil yang amat sangat sepi, cuma 400,000 penduduk (dari 1.3 juta penduduk seluruh Estonia)
  • Banyak restoran Asia = Thailand, India, China, Jepang, Vietnam
  • Karena kota kecil, tidak banyak maskapai penerbangan di sini, jadi harga tiket pesawat mahal. Strategi = ke Helsinki (Finland) ato Riga (Latvia) dulu, baru ke Tallinn, ini jauh lebih murah.
  • Seafood sangat murah baik bahan mentah or masakan matang, jauh lebih murah daripada ayam/daging. Saya sering makan masakan salmon di sini karena murah sekali.
  • Katanya ada masjid tapi saya belum pernah ketemu karena berada di luar kota Tallinn.
  • Meskipun ada banyak gereja, sebagian besar penduduk di sini ateis.
  • Penduduknya tidak pernah tersenyum walaupun mereka tidak bermaksud jahat, mereka hanya susah mengekspresikan diri.
  • Suhu sangat dingin, berkisar antara -25 (winter) sampai 18 derajat (summer) & banyak/sering angin kencang bertiup.

Biaya Hidup di Portugal (Aveiro)

Berikut biaya hidup di Aveiro, Portugal, periode 2009-2010. Sumber: Lisendra Marbelia, awardee EMMS (European Master Program in Materials Science), tahun 2009.

Biaya Makan

  • Makan di kantin : @2,15 euro (makanan utama, sup, buah/yoghurt, minuman (jus/air), dan salad sepuasnya)
  • Masak sendiri : 150-200/bulan (tergantung apa yg dimasak)
  • Makan di luar : 4-6 euro (di pusat perbelanjaan misalnya), 8-10 euro (di restoran)

Biaya Akomodasi

  • Flat/dorm (all inclusive) : 160-200 euro/bulan
  • Flat/Kos (expenses terpisah) : 120-140 euro/bulan (room) + 40-80 euro/bulan (expenses). Kadang jatuh lebih mahal, karena menurut pengalaman saya, biaya listrik (terutama) bisa menggila saat winter.. apalagi kalau tidak kuat dingin, heater nyala terus…

Biaya Transportasi

Aveiro kota yang (sangat) kecil, tidak perlu naik angkutan umum. Cukup bermodalkan kaki saja, atau sepeda kalau mau. Harga sepeda mulai dari 50 euroan.

Pameran Fotografi Italia

Sedikit menyimpang dari urusan beasiswa, akan diadakan pameran fotografi situs-situs bersejarah di Italia. Ingin melihat karya 14 fotografer dalam menangkap keindahan Italia dan sejarahnya? Silakan datang ke pameran fotografi yang diselenggarakan Institut Kebudayaan Italia Jakarta dan Galeri Foto Jurnalistik Antara yang bertajuk:

Situs Warisan Dunia di Italia dalam Karya 14 Fotografer
Tanggal: 23-31 Juli 2010
Tempat: Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jl. Antara no 59, Pasar Baru, Jakarta Pusat
Inaugurasi (pembukaan): 23 Juli 2010, pukul 19.30

Siapa tahu dengan lihat foto-fotonya, makin semangat untuk cari beasiswa supaya bisa mengunjungi tempatnya langsung dan melihat dengan mata kepala sendiri 🙂

Poster Pameran Fotografi Italia